Siapakah Irfan Saprudin?

Seseorang yang bercita-cita menjadi Ranger Putih, Tommy

Debat Panas Capres

Panas pisan, hareudang.

Budgeur Software

Beberapa aplikasi sederhana PHP dan MySql.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 22 Maret 2025

Gegap Gempita Pemutihan Pajak di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), di awal masa kepemimpinannya, menerapkan kebijakan pemutihan pajak kendaraan bermotor. Kebijakan ini menghapus seluruh tunggakan pajak kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, untuk periode pajak tahun 2024 ke belakang. Program ini sebenarnya bukan hal baru, karena sebelumnya dinas terkait juga sering mengadakan pemutihan pajak. Namun, kali ini terasa lebih masif karena langsung diumumkan oleh gubernur melalui berbagai akun media sosialnya. Popularitas KDM di media sosial yang tinggi membuat kebijakan ini semakin mendapat perhatian luas, terutama di kalangan warga Jawa Barat.

Kebijakan Pemutihan Pajak: Pro dan Kontra

Menurut saya, kebijakan pemutihan pajak ini cukup bagus, terutama karena diterapkan di awal kepemimpinan KDM. Selain meringankan beban pajak warga yang memiliki tunggakan, kebijakan ini juga memberikan nilai positif bagi KDM sendiri sebagai pemimpin. Namun, sebagaimana kebijakan publik lainnya, ada kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

Kelebihan:

✅ Meringankan Beban Wajib Pajak – Wajib pajak yang memiliki tunggakan dapat membayar pajak tanpa denda atau dengan potongan tertentu, sehingga lebih mudah melunasi kewajiban mereka.  

✅ Meningkatkan Kepatuhan Pajak – Dengan adanya pemutihan, wajib pajak yang sebelumnya enggan membayar bisa terdorong untuk membayar pajak.  

✅ Meningkatkan Penerimaan Negara – Dengan lebih banyak wajib pajak yang tertarik membayar, pendapatan negara bisa meningkat dalam jangka pendek.  

✅ Membantu UMKM dan Masyarakat Umum – Khususnya bagi usaha kecil yang mengalami kesulitan membayar pajak karena kendala finansial.

Kekurangan:

❌ Berisiko Mendorong Kebiasaan Menunda Bayar Pajak – Jika program pemutihan sering dilakukan, wajib pajak bisa sengaja menunda pembayaran dengan harapan ada pemutihan lagi.

❌ Mengurangi Rasa Keadilan – Wajib pajak yang selalu patuh bisa merasa tidak adil karena yang menunggak justru mendapatkan keuntungan.  

❌ Dampak Sementara – Penerimaan negara bisa meningkat dalam jangka pendek, tetapi jika tidak ada perbaikan sistem perpajakan, kepatuhan bisa kembali menurun.  

❌ Potensi Penyalahgunaan – Jika tidak diawasi dengan baik, ada kemungkinan pihak tertentu memanipulasi data untuk mendapatkan keuntungan dari program ini.

Dengan demikian, pemutihan pajak hanya akan efektif jika dilakukan secara terukur dan tidak terlalu sering. Strategi lanjutan harus diterapkan agar kepatuhan pajak tetap tinggi setelah program berakhir.

Suara Warga dan Keadilan bagi Pembayar Pajak Taat

Dari kebijakan ini, saya merasa penting bagi pemerintah untuk tetap memperhatikan warga yang selalu taat membayar pajak. Oleh karena itu, saya mengomentari salah satu postingan KDM dengan pertanyaan, "Punten Pak Gub, untuk yang taat pajak apakah ada apresiasi pak?" Komentar ini pun mendapat beragam tanggapan dari netizen.

Saya kemudian menonton video KDM terkait pemutihan pajak ini. Tampaknya, karena banyaknya komentar serupa yang menyinggung rasa keadilan, KDM menyatakan bahwa ia juga sedang memikirkan program apresiasi bagi warga yang sudah taat membayar pajak.

Balik lagi dengan komentar netizen, yang saya banyak dapatkan tanggapannya cukup positif dengan yang paling banyak mengatakan bahwanya orang yang sudah taat pajak adalah orang bijak, sebagai orang taat pajak kita harus bersyukur dengan bisa membayar pajak artinya diberikan kelancaran rezeki yang patut disyukuri. Juga banyak komentar positif dengan mendoakan semoga yang sudah taat pajak ini diberikan kelancaran usaha dan juga kelapangan rezekinya.

Dengan diberikan kelancara rezeki tersebut maka tidak perlu lagi apresiasi dari pemerintah jadi cukup mendapatkan balasan dari Allah SWT dan lagi pula pajak adalah kewajiban sehingga ada yang komentar tidak perlu ingin diapresiasi oleh pemerintah dan tidak perlu merasa iri kepada para penunggak yang mendapatkan pembebasan hutang pajak.

Ada beberapa komentar yang menggelitik, dengan menganalogikan bayar pajak adalah ibadah, dengan rajin bayar pajak maka akan diberikan kenikmatan dunia akhirat dan yang meninggalkan pajak akan mendapat dosa, lalu kenapa butuh apresiasi dari sebuah kewajiban? Ok kita butuh itu jika kebijakan denda itu diterapkan dan tidak ada pemutihan. Kenyataannya di sini orang-orang yang meninggalakan ibadah (bayar pajak) ini malah dapat ampunan, gak perlu bayar.

Kemudian ini juga komentar yang menggelitik, Ketika ada yang bilang ibarat kita mampu sama orang gak mampu ketika orang kurang mampu dapat bantuan kita sebagai yang mampu gausah pengen pak, sama saya juga taat banget kalau bayar pajak kendaraan tapi gak teriak-teriak minta apresiasi. Hey Fadil!!! Emang ini lagi ngomongin program BLT?

Kenapa mengukur kemampuan ekonomi dari tunggakan pajak, sementara yang dibandingkan adalah sama-sama mempunyai kendaraan. Kenapa analoginya yang bayar pajak orang yang mampu dan penunggak pajak adalah orang tidak mampu. Padahal nilai ekonomi kendaraan itu berbeda-beda sehingga nilai kewajiban pajaknya pun berbeda. Orang-orang yang memiliki kendaraan harusnya sudah mengukur kemampuan ekonominya sebelum dia membeli kendaraan tersebut. Intinya mereka semua mampu membeli kendaraan. Yang jelas bisa dinilai adalah orang yang taat pajak berarti dia orang yang bertanggung jawab dan penunggak pajak adalah orang yang kalian nilai sendiri saja. Meskipun ekonomisa bisa jadi salah satu penyebab lalai seseorang dari bayar pajak, tapi saya yakin jika orang tersebut bertanggung jawab dia tidak akan membiarkan tunggakannya begitu saja.

Refleksi dan Opini Pribadi

Menurut saya, memiliki kendaraan tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga membawa tanggung jawab, termasuk kewajiban membayar pajak. Jika seseorang tidak mampu membayar pajak kendaraannya, mungkin ia harus mempertimbangkan ulang kepemilikan kendaraan tersebut atau memilih kendaraan dengan pajak yang lebih sesuai dengan kemampuannya.

Tentu saja, ada berbagai alasan mengapa seseorang menunggak pajak, bukan hanya karena faktor ekonomi. Misalnya, faktor administrasi yang rumit untuk kendaraan bekas yang masih atas nama pemilik lama. Di sinilah peran pemerintah penting untuk menyederhanakan prosedur pembayaran pajak agar lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Namun, bagi mereka yang selalu taat membayar pajak, menurut saya sudah sepantasnya ada bentuk apresiasi dari pemerintah. Keadilan sosial tidak hanya dalam bentuk angka atau nominal. Jika penunggak pajak mendapatkan keringanan berbeda-beda sesuai dengan jumlah tunggakan mereka, maka apresiasi bagi wajib pajak yang taat juga sebaiknya diberikan secara proporsional.

Pelajaran dari Program Pemutihan di Lingkungan Saya

Saya ada cerita mengenai program pemutihan. Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa terlalu sering dilakukan pemutihan akan mendorong kebiasaan menunda pembayaran dan kurangnya keadilan sosial. Di lingkungan saya tinggal ada kewajiban untuk membayar IPL dan juga air PAM yang dikelola pengurus paguyuban lingkungan atau bisa disebut setara RT. Setiap tahunnya diadakan pemutihan dengan tujuan membantu mengurangi beban penunggak iuran dan diharapkan mau membayar apabila kewajibannya sudah berkurang. Namun apa yang terjadi dasar orang yang tidak bertanggung jawab dia tetap saja menunggak sehingga tahun depan dapat pemutihan kembali terus saja berulang setiap ganti kepengurusan sementara orang yang tiap bulan selalu bayar iuran tidak mendapatkan apa-apa. Apakah itu bisa disebut keadilan sosial bagi Masyarakat Indonesia? Bisa jadi dia lagi kesulitan ekonomi. Hey Jono! Jangan ngomong ekonomi lah, semua orang berjuang dengan kondisi ekonominya masing-masing. Sesulit-sulitnya ekonomi seseorang, apabila dia adalah orang yang punya tanggung jawab maka pasti dia akan berusaha memenuhi kewajibannya bukan lalai dan meninggalkan bahkan acuh tak acuh.

Saya sadar bahwa topik ini bisa memicu berbagai pendapat. Namun, saya hanya ingin membagikan pandangan saya sebagai bagian dari masyarakat yang menginginkan kebijakan publik yang adil bagi semua warga.

Bogor, 22 Maret 2025




Kamis, 11 Januari 2024

Ngedebatin Hasil Debat Capres Cawapres


Musim politik seperti biasa menjadi musim yang panas dan tensi yang tinggi. Mulai dari level pemilihan kepala desa sampai presiden selalu ramai mulai dari menyebarnya atribut kampanye sampai perdebatan antar pendukung atau simpatisan, geus puguh buzzer mah komo bari diburuhan.

Ya begitulah, seperti kita saksikan debat panas antar calon yang disiarkan tv nasinal dan juga disebarluaskan secara masif oleh berbagai platform social media. Tentu saja hal tersebut akan memancing berbagai macam reaksi terutama dari para pendukung antar calon tersebut. Ketika acara debat antar calon hanya berkisar 2 jam maka perdebatan pendukung ini akan lebih panjang lagi masanya bahkan bisa sampai pemilihan umum berikutnya.

Apalagi di zaman ini sosial medialah yang paling berpengaruh untuk menyebarluaskan berbagai berita terkait pemilu ini, mulai dari berita pada calon, partai pengusung, program-programnya sampai rekam jejaknya entah itu fakta ataupu hoax.

Berbeda pilihan itu adalah suatu keniscayaan karena setiap orang punya pemikiran dan pandangannya masing-masing dan itulah adalah normal. Setiap orang berhak menentukan pilihan dan itu dilindungi undang-undang. Yang perlu kita perhatikan adalah jangan sampai perbedaan pilihan politik menjadikan kita berpecah belah, bermusuhan, saling mencaci dan menghina. Setiap orang harus menghargai pilihan politik orang lain. Setiap orang juga bebas untuk menunjukan dukungan kepada calon pilihannya, terkecuali beberapa pihak yang diatur oleh pemerintah untuk tetap menjaga netralitas.

Hanya saja dalam memberikan dukungan, cukup dengan menunjukan keunggulan pasangannnya tanpa harus menyerang pihak lain agar tetap tercipta kerukunan dan kedamaian. Namun sayangnya pada zaman ini hal tersebut terlihat sangat susah karena selalu ada saja oknum-oknum yang senang melihat keributan dan kekacauan. Pemilu itu sementara, persaudaraan dan kehidupan sosial kita di masyarakat yang akan terus berjalan selamanya.

Tah ayeuna simkuring nyaritana ku basa sunda yeuh wayahna wé ka nu teu ngartos kana basa sunda mugia tiasa diajar.

Ka dulur-dulur anu di lembur baraya anu di kota, para hadirin sadérék sadayana,  omat ieu mah ulah dugika paséa pédah benten pilihan politik. Politik mah ngasaukur "permainan elit" nu ngabogaan kapentingan séwang-séwangan. Politik mah tibaheula gé kumaha kapentingan jeung bagi-bagi korsi. Nu awalna kawan bisa jadi lawan jeung sabalikna, nu mimitina pagentréng getréng ahirna mah babagi kakawasaan. Urang mah lamun lain caleg, lain kader, lain timses ngan saukur rahayat biasa mah cukup ngadukung jeung ngadoakeun wé, teu kudu milu riweuh ngadukung jeung ngabéla paslon nepika utah uger ngoprot kesang bijil cimata dug hulu pet nyawa mélaan nu can puguh bakal mélaan ka urang mun geus kapilih. Sing éling, saha waé presidéna, naon waé kawijakannana, sok sanajan bisa ngajadikeun harga murah nanaon murah ieu mah misalkeun ieu mah, tapi da tetep anu usaha na mah urang sorangan kénéh. Tetep nu ngusahakeun kulawarga mah kolotna. Nu ngabiayaan budak sakola mah tetep bapana. Nu méré uyah nalika teu boga pasakeun mah angger tatangga, nu bakal meré nginjem nalika ngéclok mah tetep dulurna. Matak kitu ogé nu kudu dibéla mah dulur urang, budak urang, salaki urang pamajikan urang kolot urang nu tos puguh eta mah hirup jeung paéh na ge jang ngusahakeun urang. Ulah pedah diburuhan ku nu teu sapira nepika ngorbankeun duduluran, sosobatan jeung kulawarga komo jeung baru teu dibéré nanaon, mung saukur resep, mung saukur nge-fans cenah mah ka tokohna.

Tah ayeuna loba pisan komentar dina sosméd "JABAR all in ABC", "Urang Sunda pasti milih BCA", "jalma waras pilih no xyz", "jalam soléh pilih xxx". Har ari manéh boga dasar naon ngomong kitu. Sing waras ujang, ceuceu. Di dinya ngomong kitu téh meunang wangsit ti mana. Teu aya hubunganan pilihan politik ayeuna kana éta kabéh mah. Ieu mah lain hadé lawang goréng, ieu mah sanés perkara nu pinter jeung nu bodo, sanés soleh jeung teu soleh, lain perang antar suku deuih dan éta mah calonna gé ti belah wetan sadayana gé. Di masing-masing calon aya nu soléh, dukungan ulama teu ngumpul di hiji titik. Nu palinter kabagi-bagi jeung komo deuih urang sunda ogé kabagi-bagi da ieu mah lain urusan suku jébrag jeung rorombeheun. Ieu mah kumah karesep. Hég wae mangga badé milih nu mana-mana ogé. Sadayana aya kasaéan aya kakirangan kantun milih mana nu seueur saé na sakedik awonna numutkeun haté sarenga pamadegan séwang-sewangan, ngan ti simkuring mah titip jaga perdamaian.

Simkuring ogé tangtu gaduh pilihan mah, nga ari ngabandungan suasana siga kieu mah jadi haroréam ngobrolkeun politik ari keur ngariung téh. Sok sieun dibaeudan pédah béda pilihan jeung manéhna. Sing inget duduluran, sosobatan jeung kulawarga eta leuwih utama daripada ngabelaan calon presidén.

Geus lah ngomongkeun piduiteun wé daripada piributeun mah.

Sakitu we heula nya, tunduh

cag ah


Bogor, 11 Januari 2024 22:50


#pemilu #capres #cawapres #anies #cakimin #amin #prabowo #gibran #gemoy #ganjar #mahfudmd




Rabu, 26 Oktober 2022

Lirik Infone Masseh Ninu Ninu Ninu Versi Bahasa Sunda

Nepika ka tanggah masé
kuring éléh sagala-galana
Kumaha infona masé
Kagok jero cinta ka manéhna

Nu itu good looking masé
Nu ieu sepék na jalma kéré
Trus kuring kudu kumaha
Naha kudu kuciwa salilana

Disuguhan ati lain kopi
Ku téga nganyenyeri
Ngalamun sorangan unggal poé
Tos teu kiat masé

Nya teu mampu kuring lain spék karesepna
Nurut kahayangna
Kuring ninu ninu ninu

 


 

Selasa, 04 Januari 2022

Edcoustic - Kemana Saja (new single)

C                Em
Kemana sajakah kau teman
Am                    G
Saat kubutuh kau tak ada
F            C        G
Aku merasa kehilanganmu
C                Em
Dulu kita sering berbagi
Am                    G
Kini terasa sulit sekali
F            C        G
Sibuk ataukah kau lupakanku

Biasanya kau datang tapi kini menghilang

C                G
Kemanakah kau teman
Am                    Em
Sulit waktu tuk bertemu
F            C            G
Apakah waktu telah berubah
C                G
Mungkin aku terlalu
Am                    Em
Berharap engkau seperti dulu
F            C            G
Benarkah semua telah berubah



 

Senin, 13 September 2021

Mendung Tanpo Udan Lirik Versi Sunda

Ulin babarengan
Nepika sayang-sayangan
Bagja jeung nalangsa
Diliwatan tahunan-taunan   

Paséa pacicing-cicing
Enggeuna kangen-kangenan
Kadang béda pilihan
Nepika pegat balikan

Mendung tanpa hujan
Panggih jeung papisah
Kabéh éta ngarana perjalanan

Harita téh urang boga implengan
Isuk jaga lamun babarengan
Kuring maca quran sarungan
Anjeun ngaji jilbaban

Nanging ayeuna geus jadi kenangan
Kuring jeung anjeun geus pipisahan
Kuring hiji anjeun dua
Béda pilihan

 



Kamis, 02 September 2021

Aplikasi Tabungan Siswa V.04

Apa kabar balad Budak Bageur?? Kali ini saya kembali memposting tentang aplikasi berbasis web dengan pemrograman PHP.

Aplikasi tabungan siswa version 4 yang merupakan versi terbaru dari aplikasi tabungan siswa yang pernah saya posting sebelumnya. Secara keseluruhan fungsi aplikasi masih sama seperti versi 2 ,yakni untuk membantu pihak sekolah dalam mengelola tabungan sekolah para siswa-siswinya. Mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah lanjutan bisa menggunakan aplikasi ini.

Setelah pada versi 3 ada tambahan export excel untuk beberapa report, tambahan field nomor rekening untuk data nasabah, jadi ketika input setoran dan tarikan tidak lagi menggunakan id nasabah, namun menggunakan nomor rekening layaknya ketika transaksi di ATM. Pada versi ini tim BudgeurSoft menambahkan fitur akses login untuk para siswa yang menjadi nasabah agar bisa masuk ke aplikasi untuk melihat saldo dan menarik report data transaksinya sendiri melalui sistem dan juga tampilan menggunakan admin lte sehingga lebih fleksibel.


Berikut beberapa fitur apliklasi tabungan siswa v.04

1. Pengelolaan Data Petugas
2. Pengelolaan Data Kelas
3. Pengelolaan Data Nasabah]
4. Upload Data Nasabah
4. Pengaturan Data Sekolah
4. Cetak Kartu Anggota
5. Transaksi Setoran Tunai
6. Transaksi Penarikan Tunai
7. Bukti Transaksi
8. Data Mutasi / Transaksi
9. Data Transaksi Per Periode
10. Data Transaksi Per Nasabah
12. Login Siswa Untuk melihat Saldo dan Menarik Report Transaksi Pribadi
13. Akses User Superadmin (Akses semua menu), user (Transaksi Tabungan), dan other (hanya bisa tarik report)
 
Design simple dengan tema warna hijau untuk menyegarkan pengguna. Berikut penampilannya :
 

 






Nah itu dia penampakannya, nantikan Aplikasi Tabungan Siswa V4 dengan fitur-fitur tambahan lainnya.


Disediakan juga link demo version untuk Aplikasi Tabungan Versi 4 ini, Silakan klik link di bawah ini :

untuk link demo silakan coba


Login Petugas :
Username : admin
Password : admin
Access : petugas

Login Siswa :
Username : 92730713
Password : 12345
Access : siswa

Jika berminat, ada pertanyaan, kendala atau bugs/error dalam sistem silakan report ke

Kontak WA : 085722772069

Jumat, 06 Agustus 2021

Buru Balikeun!

Kadang aing teu ngarti kumaha pikiran jelema mun dina barang injeum, boh duit atawa barang lianna sok tara hideng malikeun deui ka nu boga na.

Da cék aing mah kitu nya, sakira-kira nginjeum lamun geus teu dipaké hég buru-buru balikeun deui. Ulah diantep heula nepika nu boga na nagih, naon héséna atuh. Lamun sakira éta nginjem téh rék rada lila, bebéja deui. Naon héséna ku basa da basa mah teu meuli améh nu boga na téh teu arep-arepeun.

Komo perkara duit euy... kudu aya usaha jeung niat pikeun malikeun kana eta hutang. Lain niat wungkul da ari bari teu dibarengan ku usaha mah sarua jeung tai ucing, bau haseum weuh guna na. Lamun sakira na rada lila, bébéja. Ngomong aya basa. Mun teu bisa mayar sakaligus, cicil naon héséna. 

Ulah nepika nu ngahutangkeun téh siga jadi pengemis nagih-nagih ari nu ngahutang na jongjon kagenahan. Eling sia téh euy, aing teu nagih teh lain ku teu butuh, tapi ku teu genah. Horéam loba piomongeun. Ngan saukur bisa ngadoa sia sing disadarkeun.

Balik deui lur. soal unjam injeum ieu, lain ngan dina perkara duit tapi dina sagala rupa perkara ogé lamun sakira geus beres dipaké omat!!!!! geuwat balikeun deui ka nu bogana, sing aréling sing sadar saria téh euy.

Pusing aing, hampura we maké basa na kieu.. dileuleuyan teu kahartieun waé