Siapakah Irfan Saprudin?

Seseorang yang bercita-cita menjadi Ranger Putih, Tommy

Debat Panas Capres

Panas pisan, hareudang.

Budgeur Software

Beberapa aplikasi sederhana PHP dan MySql.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Maret 2020

Pengaruh Virus Corona pada Kehidupan

Sharing Rm. George CSE :

Kemarin saya mendapat pesan wa dari salah satu teman saya di Jakarta. Dia pekerja dengan upah harian. Upahnya pas-pasan untuk bayar kos dan makan sehari-hari, biasanya. Di wa dia bilang dia kelaparan. Sudah tidak punya uang untuk beli makanan. Sudah seminggu dia dirumahkan karena efek coronavirus.

Membaca pesan wa teman saya ini, saya tersentak (efek kejut?) dan baru sadar bahwa keadaan tidak seaman yang saya bayangkan. Imbas dari social distancing saja sdh sangat mempengaruhi perut sekian banyak orang, apalagi lock-down. Pemerintah tampaknya sudah memprediksi hal ini sehingga berniat untuk memberikan bantuan tunai langsung. Namun, lepas dari rumitnya mekanisme pembagian bantuan itu, sanggupkah pemerintah membantu semuanya? Bisakah bantuan itu sampai tepat waktu? Dan cukupkah bantuan itu untuk sekedar mengusir lapar teman saya sampai waktu ketika dia bisa bekerja lagi?

Lebih realistis saya katakan bahwa pemerintah sendiri tidak akan mampu. Bukan karena pemerintah kita tidak baik, tetapi masalah ini terlalu besar untuk ditangani dan diselesaikan oleh pemerintah saja. Sebelum krisis ini saja tidak semua orang miskin yang bisa ditolong oleh pemerintah. Berapa banyak gelandangan yang dibiarkan saja untuk mengais makanan sisa? Berapa banyak orang sakit yang ditolak untuk masuk RS karena mereka tidak punya uang dan BPJS? Berapa anak yang masih kekurangan gizi?

Sekarang bukan saatnya untuk menyalahkan pemerintah. Bukan saatnya pula untuk percaya bahwa pemerintah akan mampu menyelesaikan semuanya. Perdana Menteri Italia kemarin menangis di televisi karena tidak mampu lagi untuk mengurus jenazah 800 penduduk Italia yang meninggal dalam sehari. Siapa yang sanggup?

Saya tahu banyak dari kita yang tidak terlalu merasakan kesulitan. Paling cuma bosan #dirumahaja. Ada yang ngomel mengapa netflix diblokir telkom. Ada yang mengeluh ga bisa makan steak holycow selama isolasi. Ada yang jengkel karena pengalaman nonton di televisi tidak senyaman di bioskop. Silahkan mengeluh, tapi jangan lupakan teman saya dan yang senasib dengannya yang saat ini kelaparan. Berilah makanan kepada mereka, seperti kata Tuhan: “Di saat Aku lapar, engkau memberi Aku makan. Apa yang kamu lakukan kepada salah seorang dari mereka yang paling kecil ini, kamu melakukannya juga kepada-Ku.”

Apa yang bisa dilakukan:

1. Makan dan minum secukupnya. Mulai prihatin hari ini juga. Karena setiap sendok nasi lebih yang engkau santap mengurangi jatah orang lain. Puasalah makan, sehari sekali, kalau perlu. Biasa makan tiga kali, sekarang dua kali. Atau metode lain.

2. Mulailah berbagi. Kerja samalah dengan pemerintah atau setidaknya perangkat rt atau desa untuk mendata penduduk yang lapar. Bukankah kita harus di rumah aja? Ya, kalian yang masih bisa belanja online untuk kebutuhan kalian sendiri (mungkin ada yang beli mainan?), kalian bisa juga belanja online dan pesan go-food untuk orang lain. Fasilitas ini ke depan juga mungkin akan sulit ditemukan, ketika jasa restoran dan ekspedisi juga ditutup. Tapi, ya lakukan semampu kalian. E-banking untuk transfer masih jalan. Kalian bisa galang dana solidaritas untuk mereka yang saat ini benar-benar sudah lapar.

3. Kurangi membeli dan menimbun barang-barang, sekalipun itu kalian butuhkan. Saya penderita diabetes dengan insuline dependent. Saya merasakan sendiri betapa sulitnya untuk mencari alcohol swab sekarang ini. Katanya, (cek fakta: silahkan komentar kalau kalian punya info untuk membenarkan ini) ada yang borong alcohol swab untuk membersihkan kenop pintu setiap kali dia pegang. Luar biasa.

4. Yang punya pabrik kebutuhan pokok seperti susu formula, pampers, makanan, (edit tambahan: obat-obatan), cobalah koordinasi dengan pemerintah bagaimana supaya pabrik kalian tetap memproduksi.

5. Yang punya karyawan harian, cobalah memantau keadaan mereka. Jangan sampai mereka kelaparan.

6. Berdoalah dan bekerjalah. Ini bukan liburan, ini perang.

Rm. George, CSE
di Bengkayang

Edit: bolehkah saya minta tolong dengan rendah hati, kali ini saja, untuk membagi atau share tulisan ini kepada sebanyak mungkin orang? Semoga yang membaca ini mau mengecek siapa tahu ada karyawan-karyawan, tetangga-tetangga, teman-teman, atau  keluarga mereka yang saat ini sudah kelaparan. Mari kita mulai berbagi. Terima kasih.

Kamis, 14 Februari 2019

50+ Mahfudhot Bahasa Arab dan Artinya

Man Yansa Mahfudzot
Sekedar mengingat hafalan yg musnah ditelan zaman.






1. مَنْ جَدَّ وَجَدَ
2. مَنْ سَارَ عَلَى الدَرْبِ وَصَلَ
3. مَن صَبَرَ ظَفِرَ
4. مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
5. جَالِسْ أَهْلَ الصِدْقِ وَ الوَفَاءِ
6. مَوَدَّةُ الصَدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِيْقِ
7. وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَعَبِ
8. الصَبْرُ يُعِيْنُ عَلَى كُلِّ عَمَلٍ
9. جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
10. اطْلَبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَحْدِ
11. بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ
12. الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَهَبِ
13. العَقْلُ السَلِيْمُ فىِ الجِسْمِ السَلِيْمِ
14. خَيْرُ جَلِيْسٍ فىِ الزَمَانِ كِتَابٌ
15. مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
16. خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلَى الخَيْرِ
17. لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَاسُ كَالبَهَائِمِ   
18. العِلْمُ فىِ الصِغَرِ كَالنَقْشِ عَلَى الحَجَرِ
19. لَنْ تَرْجِعَ الأَيَّامُ التِى مَضَتْ
20. تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
21. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ
22. الإِتِّحَادُ أَسَاسُ النَجَاحِ
23. لَا تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْنًا
24. الشَرَفُ بِالأَدَبِ لَابِالنَسَبِ
25. سَلَامَةُ الإِنْسَانِ فِى حِفْظِ اللِّسَانِ
26. آدَبُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
27. سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِى
28. آفَةُ العِلْمِ النِّسْيَانُ
29. إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
30. لَا تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَىءٍ مَزِيَّةٌ
31. اَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
32. فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ
33. مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ
34. مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا
35. عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ
36. مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
37. اِجْهَدْ وَلَا تَكْسَلْ وَلَا تَكُ غَافِلًا  # فَنَدَامَةُ العُقْبَى لِمَنْ يَتَكَاسَلُ
38. لَا تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلَى الغَدِ مَاتَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ
39. اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ
40. خَيْرُ النَّاسِ اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَاَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
41. فِى التَّأَنِّى السَّلَامَةُ وَفِى العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
42. ثَمْرَةُ التَفْرِيْطِ النَدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَلاَمَةُ
43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
44. فَجَزَاءُ سَيَّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلَى الجَاهِلَ جَوَابٌ
46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الْكَاَةمُ
48. مَنْ طَلَبَ اَخًا بِلَا عَيْبٍ بَقِيَ بِلَا اَخٍ
49. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
50. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ
51. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَطُهَا
52. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
53. إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
54. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلْ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلًا
55. لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِى قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلْ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
56. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَاَامٍ جَوَابٌ
57. وَعَامِلِ النَّاسَ كَمَا تُحِبُّ أَنْ يُعَامِلُوْكَ   
58. هَلَكَ اِمْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
59. رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ
60. مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
61. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنَا إِنَّ الَجمَالَ جَمَالُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
62. لَا تَكُنْ رَطْبًا فَتُعْصَرَ وَلَا يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
63. مَنْ اَعَانَكَ عَلَى الشَّرِّ ظَلَمَكَ
64. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلًا
65. أَخِىْ لَنْ تَنَالُ العِلْمَ إِلَّا بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ  أُسْتَاذٍ وَ طُوْلُ زَمَانٍ
66. مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى
67. اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ
68. النَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ
69. إِذَا كَثُرَ الـمَطْلُوْبُ قَلَّ الـمُسَاعِدُ
70. لَا خَيْرَ فِى لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَمًا
71. تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ
72. رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ
73. دَاوُوا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ
74. الكَاَِمُ يَنْفُذُ مَا لَا تَنْفُذُهُ الإِبَرُ
75. لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَبًا
76. سِيْرَةُ الـمَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ
77. قِيْمَةُ الـمَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ
78. صَدِيْقُكَ مَنْ اَبْكَاكَ لَا مَنْ اَضْحَكَكَ
79. عَثْرَةُ القَدَمِ اَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ
80. خَيْرُ الكَلامِ مَا قَلَّ وَدَلَّ
81. كُلُّ شَيْءٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلَّا الاَدَبُ
82. أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ
83. العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُرُّ يَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ
84. اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ
85. الحَسُوْدُ لَا يَسُوْدُ
86. الأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا

1. Siapa bersungguh-sungguh dia berhasil.
2. Siapa berjalan pada relnya akan sampai.
3. Siapa bersabar berhasil.
4. Siapa sedikit kejujurannya, sedikit temannya.
5. Bergaullah dengan orang jujur dan menepati janji.
6. Kasih sayang teman tampak pada waktu kesempitan.
7. Tak ada kenikmatan kecuali setelah susah payah.
8. Kesabaran membantu atas setiap pekerjaan.
9. Coba dan perhatikan, kau akan jadi tahu.
10. Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat.
11. Telur hari ini lebih baik dari ayam  besok hari.
12. Waktu itu lebih berharga daripada emas.
13. Pikiran yang sehat terdapat pada badan yang sehat.
14. Sebaik-baik teman duduk sepanjang waktu adalah buku.
15. Siapa menanam dia akan memetik.
16. Sebaik-baik kawan adalah yang menunjukkanmu pada kebaikan.
17. Jika tak ada ilmu maka pasti manusia seperti binatang.
18. Pengetahuan pada waktu kecil seperti lukisan di atas batu.
19. Tak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.
20. Belajarlah pada waktku kecil dan amalkan dia saat kau besar.
21. Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon tanpa buah.
22. Persatuan adalah dasar keberhasilan.
23. Jangan menghina orang miskin dan jadilah penolong baginya.
24. Kemuliaan itu dengan adab bukan karena keturunan.
25. Keselamatan manusia ada pada menjaga pembicaraannya.
26. Perilaku (baik) seseorang lebih baik dari emasnya.
27. Kejelekan perilaku itu menular.
28. Bencana pengetahuan adalah lupa.
29. Jika benar tekadnya maka akan jelas perjalanannya.
30. Jangan menghina orang yang lebih rendah darimu, karena setiap sesuatu memiliki kelebihan.
31. Perbaiki dirimu, maka akan baik kepadamu semua manusia.
32. Berpikirlah sebelum bertindak.
33. Siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan dia akan bersiap-siap.
34. Siapa menggali lobang akan terposok ke dalamnya.
35. Musuh yang cerdas lebih baik dari kawan yang bodoh.
36. Siapa yang banyak kebaikannya maka banyak sahabatnya.
37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan malas dan jangan jadi lalai, karena penyesalan mendalam itu adalah milik mereka yang bermalas-malasan.
38. Jangan tunda pekerjaanmu hingga besok, apa yang dapat kau kerjakan hari ini.
39. Tinggalkannlah kejahatan itu, dia pasti meninggalkanmu.
40. Sebaik-baik manusia adalah yang terbaik akhlaknya dan paling bermanfaat bagi manusia.
41. Dalam kehati-hatian ada keselamatan dan dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan.
42. Buah dari penyia-nyiaan adalah penyesalan dan buah dari keteguhan adalah keselamatan.
43. Kasih sayang pada yang lemah termasuk akhlak yang mulia.
44. Balasan dari kejelekan adalah kejelakan yang setimpal.
45. Meninggalkan jawaban untuk orang bodoh adalah jawabannya.
46. Barang siapa yang manis tutur katanya banyak sahabatnya.
47. Jika sempurna akal seseorang maka sedikit bicaranya.
48. Barang siapa yang mencari kawan tanpa aib maka dia tetap tidak memiliki kawan.
49. Katakanlah yang benar meskipun pahit.
50. Sebaik-baik hartamu adalah yang memberikan manfaat bagimu.
51. Sebaik-baik perkara adalah pertengahan.
52. Setiap tempat ada kata-katanya (yg cocok) dan setiap kata-kata ada tempatnya (yg cocok.
53. Jika kamu tidak malu maka berbuatlah sekehendakmu.
54. Bukannya aib bagi mereka yang miskin, tapi aib itu milik mereka yang pelit.
55. Bukannya yatim itu yang telah mati orang tuanya, tapi yatim itu adalah yang tidak memiliki ilmu dan sopan santun.
56. Setiap pekerjaan ada balasannya dan setiap perkataan ada jawabannya.
57. Dan perlakukanlah manusia sebagaimana kamu ingin diperlakukan.
58. Hancurlah seseorang yang tidak mengetahui kemampuannya.
59. Otak dari dosa adalah kebohongan.
60. Siapa yang menzalimi akan terzalimi.
61. Bukannya keindahan itu dengan pakaian yang menghiasi kita tapi keindahan itu adalah keindahan ilmu dan adab.
62. Jangan kamu lemah nanti kamu diperas dan jangan keras nanti kamu dipatahkan.
63. Barang siapa yang membantumu melakukakan kejelekan, dia menzalimimu.
64. Tindakan, membuat yang sulit menjadi mudah.
65. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapat ilmu kecuali dengan enam perkara, akan ku berikan perincian dengan jelas :  Kecerdasan, Harta Benda, Ketamakan, Mempergauli Ustadz Kesungguhan  Waktu yang panjang.
66. Barang siapa yang berhati-hati maka dia akan mendapatkan apa yang dia impikan.
67. Tuntutlah ilmu itu walaupun ke negeri Cina.
68. Kebersihan adalah bagian dari iman.
69. Jika perminataan terlalu banyak, sediki yang membantu.
70. Tak ada kebaikan pada kenikmatan yang diiringi penyesalan.
71. Mengatur pekerjaan akan menghemat setengah waktu.
72. Banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh seorang ibu.
73. Obatilah kemarahan itu dengan diam.
74. Perkataan itu menembus apa yang tak ditembus oleh jarum.
75. Tidak setiap yang berkilap itu adalah emas.
76. Tindak tanduk seseorang menunjukkan kepribadiannya.
77. Nilai seseorang sesuai dengan kebaikan yang dilakukannya.
78. Sahabatmu adalah yang membuatmu menangis bukan yang membuatmu tertawa.
79. Terpelesetnya kaki lebih aman dari terpelesetnya lidah.
80. Sebaik-baik kata adalah yang ringkas dan mengena.
81. Segala sesuatu jika kebanyakan akan murah kecuali sopan santun.
82. Awal kemarahan adalah kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.
83. Budak itu dipukul dengan tongkat sedangkan orang yang merdeka itu cukup dengan isyarat.
84. Perhatikan apa yang dikatakan dan jangan perhatikan siapa yang mengatakan.
85. Pendengki tak akan bahagia.
86. Semua pekerjaan  tergantung penghujungnya

Semoga manfaat..#fastabiqul Khoirot

Selasa, 13 November 2018

Tipe Anggota Group WhatsApp


ADA 21 TYPE ANGGOTA WA di GROUP

Kalian punya nomor whatsApp yang tergabung di group kan? Bisa group teman sekolah, kantor, olah raga, tongkrongan atau keluarga. Naha ini dia macam-macam atau tipe anggota group WA

1 SILUMAN
Terdaftar anggota group, tapi tidak pernah muncul

2. REPORTER
Rajin melaporkan keadaan apa saja, secara rutin

3. BETORO KRESNO
Penuh kata pujangga, nasihat, memompa semangat dll
.
4. VAMPIR
Cuma aktif kalau malam, jika siang tidak pernah muncul

5. NINJA
Muncul hanya bila namanya disebut

6. PENDEKAR
Hiperaktif di medsos, tapi aslinya ternyata pendiam

7. BOJO GALAK
Tersinggung sedikit terus 'Left Group'. "Mundur Tanpa Berita" (BAPER). Tak lama lagi minta admin tolong add kembali

8. PLAY BOY
Baru nimbrung kalo ada cewek muncul

9. PELUKIS
Suka edit foto orang habis itu d kirim
.
10. PANDITO DURNO
Hobinya meneruskan ceramah agama, kutipan ayat suci dll. Tapi gak bisa buat sendiri

11. PETRUK
Suka posting artikel tetapi sengaja atau tidak itu iklan, biasanya mengenai tempat makan enak, promosi obat-obatan tertentu

12. CAK LONTONG
Kadang" seperti pengamat, suka membahas materi politik, ekonomi dll, mengkritik lawannya, /membuat opini pencitraan diri/ kelompok

13. SEMAR MENDEM
Gemar mengirim drop pin googlemap

14. MALU2 KUCING
Nampak "...is typing" tapi gak pernah keluar postingnya. Ternyata cuma demen towel-towel keyboard

15. BENCONG
Gemar sebarkan gosip hangat. Ditambahin bumbu" pelengkap

16. KOLOR IJO
Hanya muncul kalo ada perlu. Abis tuh ngilang lagi

17) THUKUL MENDEM
Punya segudang jokes sebagai amunisi untuk dikeluarin pada saatnya

18) KAKEK BUYUTEN
Sering salah ketik tapi gak peduli langsung diposting.

19) KOKI
Suka pamer gambar/ foto makanan untuk sarapan, makan siang/malam supaya temannya ngiler.

20) AYAM KAMPUNG
Tiap hari paling duluan ngucapin selamat pagi

21)� HANTU
Jarang komen, sekalinya muncul cuma kasih jempol.

Hayooo termasuk yg mana coba???😁😁😁
🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Sabtu, 10 November 2018

NADHOMAN TAREKH NABI Muhammad SAW NABI URANG SAREREA

NGADERES NADZOMAN
KEDAH DI GALAKEUN DEUI NADHOMAN TAREKH NABI Muhammad SAW
NABI URANG SAREREA





BismillaahirRohmaanirRohiim

1
Nabi urang  saréréa,
Kangjeng Nabi anu mulya,
Muhammad jenenganana,
Arab Kurés nya bangsana.

2
Ramana Gusti Abdullah,
Ibuna Siti Aminah,
dibabarkeunana di Mekah,
wengi Senén taun Gajah.

3
Robiul awal bulanna,
tanggal kadua belasna,
April bulan maséhina,
tanggal kadua-puluhna.

4
Ari bilangan taunna,
lima ratus cariosna,
tujuh puluh panambihna,
sareng sahiji punjulna.

5
Siti Aminah misaur,
waktos babarna kacatur,
ningal cahaya mani ngempur,
di bumina hurung mancur

6
Babar taya kokotoran
Orok tos kenging nyepitan
Soca lir kenging nyipatan
Sarta harum seuseungitan

7
Medal Nabi Akhir Zaman
Pirang-pirang ka anehan
Sesembahan Bangsa Syetan
Kabeh pada Karuksakan

8
Nabi yuswa Lima Bulan
Geus Yasa Angkat - angkatan
Yuswana Salapan Bulan
Geus Capetang Sasauran

9
Yuswana Sapuluh Bulan
Yasa Ameng Papanahan
Ngéléhkeun Budak nu Lian
Tapi tara kumagungan

10
Parangina Kangjeng Nabi,
jatnika pinuh ku puji
pinter tur gedé kawani,
sabar nyaah ka sasami.

11
Keur opat taun yuswana,
diberesihan manahna,
nabi dibeulah dadana,
malaikat nu meulahna.

12
Jibril kadua réncangna
Mikail jenenganana,
ngeusikeun kana manahna,
elmu hikmah sapinuhna.

13
Tuluy dada Kanjeng Nabi,
gancang dirapetkeun deui,
sarta teu ngaraos nyeri,
dicap ku Khotami Nabi.

14
Rama Nabi kacaturkeun
pupusna kacarioskeun
basa Nabi dibobotkeun
dua sasih kaunggelkeun

15
Kagenep taun yuswana
ditilar pupus ibuna
Nabi dirorok eyangna
Abdul Mutalib asmana

16
Kersana Rabbul’alamin
Kangjeng Nabi nu prihatin
yuswa dalapan taun yakin
éyangna mulih ka batin

17
Sabada wapat éyangna
Nabi dirawat Uwa na
Abi Talib kakasihna
sadérék teges ramana

18
Kangjéng Nabi sering pisan
dicandak ka Nagara Sam
sok nyandak barang dagangan
di dinya téh pajeng pisan

19
Kacatur di éta nagri
loba pandita Yahudi
sareng pandita Nasrani
nu tepang jeung Kangjeng Nabi

20
Sadayana sasauran
ieu jalmi mo nyalahan
pinabieun ahir jaman
Torét, Injil, geus ngiberan

21
Sipat Nabi panganggeusan
aya di anjeunna pisan
harita loba nu iman
ka Nabi ngangken panutan

22
Lami - Lami Kangjeng Nabi
Di Sambat ku Hiji Istri
Dagang ka Unggal Nagri
Ka untungana di bagi

23
Istri Jenengan Khodijah
Putra Huwailid katelah
Nu pang Bengharna di Mekah
Ka Nabi kalangkung nyaah

24
Siti Khodijah masrahan
Ka Nabi Barang Dagangan
Mesaroh nu Ngarencangan
Ka Nabi purah Nyarengan

25
Kacarios MeMesaroh teh
Loba pamendakna Aneh
Cicirén Nabi nu Sholeh
Matak ngagerakkeun Kabeh

26
Tatangkalan uluk Salam
Mega bodas sok Mayungan
Jeung aya cap Kanabian
Dina salirana pisan

27
Pamendak Siti Khodijah
Cocok pisan jeung Mesaroh
Akhirna Siti Khodijah
Ka Nabi mundut di Tikah

28
Harita yuswana Nabi
Salawe tahun kawarti
Ngadak - ngadak Sugih Mukti
Tapi tambah sae Ati

29
Karesepna Kangjeng Nabi
ka Gusti Allah ngabakti
di Gunung Hira maranti,
ibadahna saban wengi.

30
Di dinya jol kasumpingan,
Jibril nu nurunkeun Kur’an,
kalawan dawuh Pangéran,
Nabi didamel utusan.

31
Harita yuswana Nabi,
patpuluh taun kawarti,
diutus ku Allah pasti,
ngémbarkeun agama suci.

32
Anu iman pangheulana,
Siti Khodijah garwana,
Abu Bakar kaduana
sohabat nu pangmulyana

33
Murangkalih nu nonoman,
anu pangheulana iman,
Sayidina Ali pisan,
ka Nabi sadérék misan.

34
Jeung ari jalma beulian,
anu pangheulana iman,
Sayid Bilal kaleresan,
anu jadi tukang adan.

35
Ari lolobana pisan
ka Nabi téh ngamusuhan,
nganiaya ngajailan,
teu aya pisan ras-rasan.

36
Para Shohabat kungsi Ngalih
Ka Nagri Habsi nu teubih
Didinya Anjeuna Linggih
Kirang kenging tilu sasih

37
Samulih Shohabat ti Habsi
Kacarios Kangjeung Nabi
Kenging pohara Cocobi
Kersana nu Maha Suci

38
Uwa na sareng Garwa na
Pada pupus duanana
Harita Nabi yuswana
Kalima puluh tahunan

39
Geus pupus Siti Khodijah
Nikah ka Siti Saodah
Sareng ka Siti 'Aisyah
Ummil Mu'minin ka telah

40
Tidinya kersa Pangéran
Maparinan Kamulyaan
Ka Nabi nu Akhir Zaman
Kakasih nu Sifat Rohman

41
Nuju tanggal tujuh likur,
bulan Rajab nu kacatur,
runut kaol nu kamashur
Kangjeng Nabi téh disaur.

42
Dipapag ku malaikat,
nyandak burok nu kasebat,
leumpangna téh cara kilat,
tutunggangan Nabi angkat.

43
Ti Mekah ka Baitul Maqdis,
teu lami-lami antawis,
ku jalmi henteu katawis,
Kersana Gusti nu Wacis.

44
Ti Baétul Makdis terasna,
naék tangga saterusna,
mi’raj téa kasebatna,
ka langit Nabi sumpingna.

45
Tujuh langit sadayana,
sareng aras pangluhurna,
disumpingan sadayana,
katut surga-narakana.

46
Kangjeng Nabi ditimbalan,
ku Gusti Nu Sipat Rahman,
anjeunna kudu netepan,
solat muji ka Pangéran.

47
Sadayana jalmi iman,
sami gaduh kawajiban,
solat nu lima giliran,
henteu meunang dikurangan.

48
Solat éta minangkana,
dina agama tihangna,
jalmi nu luput solatna,
nyata rubuh agamana.

49
Kacarios dina Zaman
Mi'rojna Nabi Panutan
Yuswana teh kaleresan
Lama puluh dua jalan

50
Kapir Mekah kacaturkeun,
barang Nabi nyarioskeun,
mi’raj lain dimulyakan,
anggur pada nyeungseurikeun.

51
Pada hasud ngakalakeun,
ti dinya Allah ngersakeun,
Kangjeng Nabi dialihkeun,
ka Madinah disirnakeun.

52
Para sohabat pirang-pirang,
nu buméla milu iang,
milu ngalih saabrulan,
henteu pisan sumoréang.

53
Tambih kamulyaan nabi,
di madinah asal sepi,
jadi ramé ku nu ngaji,
muji ka Nu Maha Suci.

54
Sapuluh taun lamina,
di Madinah jumenengna,
agama Islam cahyana,
gumebyar ka mana-mana.

55
Nagri Mekah di Perangan
Akhirna kaboyong pisan
Nabi tambah kamulyaan
Yaqin lain Jijieunan

56
Ari yuswa Kangjeng Nabi
Genep puluh tilu pasti
Maqomna di jeuro Nagri
Madinah Nagara Suci

57
Puputrana Kanjeng Nabi
Aya Opat anu Istri
Siti Zenab nu Kahiji
Ruqoyah nu hiji deui

58
Ummi Kulsum katiluna
Siti Fatimah Bungsuna
Ari putra nu Cikalna
Sidna Qosim kakasihna

59
Sidna 'Abdullah Raina
Ibrohim nu katiluna
Eta nu genep putrana
Siti Khodijah Ibuna

60
Sidna Ibrohim Ibuna
Mariyah jenenganana
Istri ti Mesir asalna
Tah kitu turunanana

61
Putra nu pameugeut kabeh
Pupus keur Aralit keneh
Nu istri Carogena teh
Para Shohabat nu Sholeh

62
Siti Zenab Carogena
Abul'Ash Jenenganana
Siti Ruqoyah Carogena
Sidna 'Utsman mimitina

63
Geus Siti Ruqoyah Hilang
Anjeuna turun Ka ranjang
Ummi kultsum putri Lanjang
Di Tikah geuntos nu Hilang

64
Caroge Siti Fatimah
Sidna 'Ali nu katelah
Bakarromallahu Wajhah
Anu ka Mashurkeun gagah

65
Ari Putu Kanjeng Nabi
Dalapan pamegeut Istri
Siti Umamah jeung 'Ali
Ti Siti Zenab kawarti

66
Ari Sidna 'Abdullah mah
Putu ti Siti Ruqoyah
Putu tu Siti Fatimah
Aya Lima kabeh namah

67
Tilu anu pameugeutna
Sidna Hasan kakasihna
Sidna Husen ka duana
Sidna Muhsin ka tiluna

68
Ummi Kulsum nu Istrina
Ka Sidna 'Umar Nikah na
Sitna Zenab ka duana
Nurut Ungeuling wartosna

69
Urang kudu Cinta ati
Ka Turunan Kanjeng Nabi
Poma ulah goreng Ati
Sumawona Hiri dengki

70
Ari mungguh Kangjeng Nabi,
nyaahna langkung ti misti,
ka umatna jaler istri,
leuwih ti sepuh pribadi.

71
Welas asih ka nu miskin,
sumawon ka budak yatim,
pada seubeuh ku paparin,
kadaharan jeung pisalin.

72
Akurna ka urang kampung,
calik satata ngariung,
tara angkuh jeung adigung,
sanajan ka urang gunung.

73
Ka nu nandang kasusahan,
gering jeung kapapaténan,
ngalayad sarta ngubaran,
ngajajapkeun ka kuburan.

74
Manis saur manis budi,
éstu mustikaning jalmi,
sajagat mo’ mendak deui,
saé rupa jeung parangi.

75
Raray lir bulan purnama,
halisna lir katumbiri,
waos lir inten widuri,
salira harum wawangi.

76
Éstu kersaning Pangéran,
lain seungit dimenyanan,
karinget pada nandéan,
diparaké seuseungitan.

77
Sakitu Nabi mulyana
Taya pisan adigung na
Angkat pungkureun Shohbatna
Kalangkung handap Asorna

78
Anggoan kersa lumayan
Najan nu geus di Tambalan
Kitu deui katuangan
Bangeut pisan di Kurangan

79
Beutah dina Kamiskinan
Lain Sabab teu kagungan
Ngahaja bae ngirangan
Ngarah karidhoan Tuhan

80
Pirang-pirang mujijatna,
tawis kanabianana,
Kur’an nu nomer hijina
mujijat nu pangmulyana.

81
Tangkal nu pérang daunna,
disiram urut abdasna,
ngadadak loba buahna,
sarta hirup saterasna.

82
Domba nu banget kuruna,
sarta lalépét susuna,
diusap ku pananganna,
ngadadak juuh susuna

83
Dina hiji waktos deui,
sahabat bet kirang cai,
teras baé Kangjeng Nabi,
mundut cai anu kari

84
Cai ngan sakedét pisan,
éstu kabéh pada héran,
Nabi neuleumkeun panangan,
dumadak tuluy manceran.

85
Cai mancer loba pisan,
ka luar tina panangan,
sela-sela ramo pisan,
cukup keur jalma réaan.

86
Kacatur Hiji Beudeuwi
Ngadoja ka Kanjeng Nabi
Nitah nyaur tangkal kai
Sina ngomong cara Jalmi

87
Tuluy Tangkal teh di Saur
Harita ku Kanjeng Rosul
Tangkal datang ngagulusur
Akarna teh di Gugusur

88
Ngadeuheus ka Kanjeng Nabi
Uluk Salam cara Jalmi
Sanggeus kitu balik deui
Ka tempat asalna tadi

89
Badwi teh ngan kantun Héran
Ningal eta ka anehan
Tuluy bae asup Islam
Ka Nabi ngangken panutan

90
Saliana Loba deui
Mu’jizatna Kanjeng Nabi
Mun di wincik Hiji - hiji
Keur nulisna moal mahi

91
He Allah nu Sifat Rohman
Abdi Sadayana Iman
Teu Aya deui Pangéran
Lian ti Anjeuna pisan

92
Nu ngadamel Bumi 'Alam
Rawuh saeusina pisan
Nu Wajib di Ibadahan
Teu aya anu nyésa pisan

93
Sareng abdi Iman deui
Ka Sidna Muhammad Nabi
Yen eta utusan Gusti
Miwulang sadaya Jalmi

94
Nu Sifat ka percayaan
Bijaksana tur Budiman
Bener unggal sasauran
Najan Saur kaheureuyan

95
Ngémbarkeun Kanjeng Nabi téh
Ka Jalma sadunya kabeh
Dawuh Pangéran nu Shoheh
Nu Wajib di Turut nateh

96
Hurmat urang ka Anjeuna
Dina mangsa jumenengna
Sareng sa ba'da Wafat na
Eta teu aya beda na

97
Duh Gusti jungjunan abdi
Sidna Muhammad habibi
Pamugi salira nampi
Kanu hina diri abdi

98
'Abdi umat akhir zaman
Anu banget panasaran
Hoyong tepang ngadeuheusan
Seja tumut serah badan

99
Di Yaumil Akhir pamugi
'Abdi sing janten ngahiji
Sareng indung bapa 'Abdi
Ngiring Gusti ka Sawargi

Alhamdulillaah

Tammat Wallaahu A'lam
Mugi Ageung Manfa'at...

NGA... APALKEUN DEUI...

Senin, 29 Oktober 2018

Karna Su Sayang Versi SUNDA



Biasa cinta hiji paménta
Ulah osok ngakekang rasa
Sabab kuring geus nyarita
Moal pindah haté kusabab nyaah

Ulah loba tingkah da moal ngadua
Cukup jaga haté ngarah tambah cinta
Sabab kuring geus nyarita
Moal pindah haté kusabab nyaah

Jeung ieu soal haté
Coba pikiran deui
Moal nyulayaan jangji
Lantaran teu ngabaran

Kunaon bet curiga
Jeung jadi asa béda
Ari kucinta mah
Geus teu kudu dipapaksa

Keun cinta sina mekar
Sanajan sok hariwang
Ulah kanyenyerian
Lantaran hanteu paamprok

Ari geus cinta mah
Kari ngajagaan haténa
Moal néangan deui
Cekap anjeun kanggo salawasna

Biasa cinta hiji paménta
Ulah osok ngakekang rasa
Sabab kuring geus nyarita
Moal pindah haté kusabab nyaah

Ulah loba tingkah da moal ngadua
Cukup jaga haté ngarah tambah cinta
Sabab kuring geus nyarita
Moal pindah haté kusabab nyaah

Nalika anjeun sono
Kuring gé pasti sono
Teu kudu milu rungsing
Nu matak urang gering

Teu ngawaro panggero
Nu matak urang lieur
Ngan butuh reureuh heula
Keur ngaleungitkeun kacapé

Boro-boro salingkuh
Mangga émutan deui
Rasa ieu moal pareum
anjeun masih kaasih

cukup ngajaga haté
supaya makin cinta
Tong percaya ka beja
cekel omongan kuring

Biasa cinta hiji paménta
Ulah osok ngakekang rasa
Sabab kuring geus nyarita
Moal pindah haté kusabab nyaah

Ulah loba tingkah da moal ngadua
Cukup jaga haté ngarah tambah cinta
Sabab kuring geus nyarita
Moal pindah haté kusabab nyaah

Selasa, 28 Agustus 2018

Sejarah Kewadanaan Cililin



Kata "Cililin" saat ini adalah merupakan satu nama untuk desa atau kecamatan yang ada di Bandung Barat. Namun, jika berkaca pada sejarah, Cililin sebenarnya memiliki cakupan dan ruang lingkup yang lebih luas dari sekedar desa atau kecamatan yang saat ini ada. Yakni hampir sebagian besar wilayah yang ada di Bandung Barat bagian selatan adalah bagian dari Cililin. Sebab dahulu Cililin merupakan satu kewedanaan yang cakupan wilayahnya meliputi Cihampelas, Sindangkerta, Cipongkor, Gunung Halu, dan wilayah lain yang berada di sekitarnya. Sehingga tidak jarang misalnya orang Sindangkerta, Gunung Halu, Cipongkor, atau wilayah sekitarnya dahulu bila ditanya dari mana asalnya terkadang mereka mengatakan Cililin sebagai asalnya. Karena memang daerah-daerah tersebut adalah bagian dari kewedanaan Cililin.

Terlebih asal muasal nama Cililin itu sendiri menurut Drs. Said Raksakusumah (Ketua jurusan sejarah FKIS IKIP Bandung, 1986) adalah bermula dari bahasa Belanda yakni "uit tuin lijn weg" atau "elina" yang berarti pembuatan jalan. Yang mana sekitar tahun 1840-1850 dilakukan pembuatan jalan yang membentang dari lokasi Kamp Kaca-kaca, Loji dan Tangsi Gununghalu untuk kebutuhan perkebunan. [1]
Sedangkan Kota Santri adalah istilah yang diberikan kepada kota-kota yang memiliki banyak pondok pesantren. [2]

Dari dua pengertian diatas kita dapat memahami bahwa Cililin adalah identitas yang mewakili masyarakat Bandung Barat di bagian selatan. Dimana Bandung Barat di bagian selatan memang dikenal memiliki banyak lembaga-lembaga pesantren, yang tak heran bila kemudian kita mengenal Cililin sebagai Kota Santri.

Dalam data Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat, saat ini terdapat lebih dari 450 pesantren yang ada di Bandung Barat. Dan kebanyakan pesantren tersebut tersebar di wilayah bagian selatan.
Adanya jumlah pesantren yang banyak tersebut juga tidak terlepas dari nilai historis serta dakwah islam masa lalu yang dibawa ke wilayah Cililin. Dimana dikatakan bahwa dakwah Islam di Cililin dikembangkan oleh salah seorang Ulama Sufi asal Banten bernama Muhammad Safii dan Syech Abdul Manaf.

Berikut ini saya salin tulisan dari bandungbaratkab.go.id yang menunjukan bahwa peranan dakwah islam sangat mempengaruhi kultur dan budaya masyarakat Cililin dan sekitarnya. Sehingga jati diri islam ahlussunnah wal jama'ah memang adalah pelopor peradaban Cililin yang saat ini dikenal ramah dan nyantri:
"Pengembangan Islam beserta kebudayaannya yaitu ketika Kesultanan Banten diperintahkan oleh Sultan Maulana Yusuf tahun 1568-1580, dan Kesultanan Cirebon pada waktu itu diperintahkan oleh Panembahan Ratu.

Ulama Keraton Banten yang pertama kali bermukim di daerah Cililin adalah Ulama Sufi (yang asalnya Ulama Pengembara). Yang bernama Muhammad Safii dan Syech Abdul Manaf. Kedua orang tersebut semula singgah di tempat yang nyaman sambil mengajarkan ajaran Islam. Nama tempat tersebut sampai sekarang diberi nama “Sindangkerta” . Sindang berarti berhenti Kerta berarti nyaman atau aman, yang sekarang telah menjadi Kecamatan Sindangkerta.

Dari tempat tersebut pindah kesebelah utara untuk meneruskan ajaran agama Islam. Kemudian singgah lagi di suatu tempat. Nama tempat yang baru ini diberi nama kampung Panaruban . Panaruban berasal dari takharub berarti mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Di Panaruban dimulailah mengajarkan agama Islam dengan melalui dzikir. Suara dzikir tersebut oleh masyarakat sekitarnya terdengar bergema dalam bahasa sunda “ ngagerendung ”. Lama kelamaan kampung Panaruban berubah menjadi kampung Gerendung. Kata Gerendung ini bisa juga dari kata gerendeng dalam bahasa Sunda, yang berarti suara yang halus.

Kampung Gerendung makin lama makin ramai didatangi oleh para santri yang akan menuntut ilmu agama. Akhirnya berkumpullah para santri di kampung itu. Tempat berkumpulnya para santri tersebut dinamakan “ Jenuk ”. Jenuk berarti kumpul, yang dikenal dengan istilah Batur Jenuk Balarea artinya semuanya orang disini saudara. Sekarang nama kampung itu berubah menjadi Cijenuk hingga kini.
Perkembangan pesantren Cijenuk makin semarak terutama bila mengadakan peringatan Maulid Nabi. Macam-macam jenis makanan dihidangkan termasuk kue basah. Pembuatan kue basah berasal dari kampung sebelah utara Cijenuk sampai sekarang kampung tersebut diberi nama Citalem (Talem berarti wadah kue basah) Citalem sekarang menjadi sebuah Desa Pada waktu itu belum menggunakan peralatan hidangan makanan dari bahan-bahan hasil dari tekhnik industri seperti rantang, gelas kaca, dan cerek. Untuk mewadahi air minum, sayur daging, tuak enau (teres berarti lahang). Panerasan berarti tukang “ nyadap”. Selalu mempergunakan “ katung” yaitu lodong pendek. Katung yang lebih pendek lagi diberi nama “ mangkok ” atau “ bekong ”. Pembuatan katung ini dari suatu kampung yang terletak sebelah barat Cijenuk. Nama kampung ini sampai sekarang diberi nama“Cipongkor” . Pongkor artinya lodong pendek atau katung. Sekarang Cipongkor menjadi Kecamatan. Lama kelamaan datang lagi seorang ulama Sufi dari Cikundul Cianjur. Orang ini berpangkat Wedana Dalem (Wedana Keraton). Sehingga kepada orang ini diberi julukan Eyang Sangga Wadana hingga kini. Yang akhirnya sangga wedana ikut bermukim di Cijenuk sampai orang tersebut mengakhiri hayatnya, dan dimakamkan di makam Cijenuk bersama atau berdekatan dengan makam Moh. Safii dan Syekh Abdul Manaf tersebut diatas. Para santri Cijenuk yang mandiri dapat menyebarkan Ajaran Islam diantaranya : Nayaganta mendirikan Pesantren di pinggiran Sungai Cipatik. Sampai sekarang tempat tersebut diberi nama Nunuk yang berarti berkumpul. Kemudian yang kedua adalah Nayaguna mendirikan pesantren di pinggiran Sungai Citarum. Tempat itu sekarang diberi nama Kampung Depok. “ Depok ” berarti pemukiman atau Padepokan. Adapun kampung pinggiran Sungai tersebut berkembang menjadi sebuah desa yang diberi nama Desa Citapen . Yang berasal dari kata Citepian . Yang ketiga adalah Nurasidi seorang penulis Al Quran. Orang tersebut mendirikan Pesantren Bongas terkenal dengan julukan “Ulama Bongas”. Setelah berakhir hayatnya dimakamkan di puncak bukit “Pasirpogor Cililin”. Yang ke empat dengan Julukan Dalem Kemuludan mendirikan Pesantren di Cinengah Gununghalu.

Sejak itulah orang Cililin mengenal perkampungan yang bernama Kampung Tipar, yang berarti perkampungan pinggiran huma. Kampung Sadang, berarti perkampungan pinggir sawah. Dungus yaitu bukit kecil ditengah sawah atau Bojong yaitu sawah di ujung bukit atau gunung.
Ketika Kewedanaan Rongga Cihampelas dipimpin oleh Raksanagara I, datanglah perintah dari Regent Resident Priangan untuk membuat jalan perkebunan. Sebab daerah Karanggan atau Kewedanaan Rongga akan dijadikan objek kebun kopi dalam rangka pelaksanaan Cultuurstelsel. Yang akan mengambil lokasi di daerah : Kaca-kaca, Loji, dan Tangsi – Gununghalu. Pemerintah membuat jalan dalam bahasa Belanda adalah ; “Uit Tuin Lijn Weg”. Perintah ini terjadi dalam tahun 1840. pada masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang ke 46. Carel Sirardus Willem graaf van Hogendorp memerintah antara tahun 1840-1841. Sepuluh tahun kemudian pada masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang ke 49. Jan Jacob Rochussen memerintah antara tahun 1845-1851, ternyata pembuatan jalan “Elinan” ini sangat memuaskan Pemerintah Hindia Belanda ( “ Elinan ” adalah istilah orang – orang Cililin jaman lakon gawe ngebon kopi nyaniri tempo dulu ). Oleh karena keberhasilan tersebut maka Resident Priangan atas nama Koningklijck Nederland Indie, menganugrahkan tanda jasa berupa Piagam Perunggu., yang bergaris tengah 20 cm, kepada Raksanagara I. Piagam ini berbunyi sebagai berikut :
“Priango, 20 September 1850,-
Handvest.
Boven Open namens van in opdracht, geven tegen die zich verdienstelijk maken Uit Tuin lijin Weg.
Mc. Van Huender,-
Resident-Priango.”
Yang artinya sebagai berikut :
Priangan, 20 September 1850.-
Piagam Penghargaan
Atas nama Pemerintah, diberikan kepada yang berjasa membuat jalan lurus penghubung jalan perkebunan.
Mc. Van Huender,-
Resident-Priangan.”
Dengan adanya kata-kata “Uit Tuin Lijn Weg” inilah Drs. Said Raksakusumah, Ketua Jurusan Sejarah, FKIS IKIP Bandung, ketika mengadakan Penelitian di daerah kewedanan cililin tahun 1968, berkesimpulan bahwa nama “Cililin” diambil dari kata-kata “Uit Tuin Lijn Weg” tersebut."

Selasa, 22 Mei 2018

Istilah Puasa dalam Bahasa Sunda

BULAN PUASA DI TANAH SUNDA

Ada beberapa istilah khusus dalam bahasa sunda yang biasa dipakai di bulan puasa, antara lain :
  • Ngabuburit, berasal dari kata burit yang dalam bahasa Sunda berarti sore, senja, petang. Oleh karena itu ngabuburit artinya segala kegiatan dalam rangka mengisi waktu menunggu berbuka puasa
  • Godin, entah dari mana asal kata godin, tapi sepertinya diambil dari lafadz niat puasa, yaitu nawaitu shouma ghodin. Padahal dalam arti sebenarnya, ghodin berarti esok hari. Namun secara brutal diartikan menjadi makan/minum atau kegiatan apapun yang bersifat membatalkan puasa secara sembunyi sembunyi, "tibeurang batur puasa manehna jajan samangka" lagunya Doel Sumbang.
  • Puasa bedug, puasa hanya sampai waktu bedug/sholat, bisa sampe dzuhur atau ashar biasanya untuk anak-anak yang sedang belajar puasa.
  • Puasa ayakan, plesetan dari "mun aya kadaharan nya dihakan" jadi batas waktu puasanya adalah ketika ada makanan, ya bisa dikatakan gak puasa juga sih, hehe
  • Puasa cacap, puasa pull 1 hari  👍 Cacap artinya tamat jadi diartikan puasanya tamat dari subuh hingga maghrib.
  • Ngadulag, berasal dari kata dulag yang artinya bedug, jadi ngadulag berarti kegiatan menabuh bedug sehabis tarawih atau ketika membangunkan orang untuk sahur.
Simak ulasannya di periode berikut

Kamis, 17 Mei 2018

Download Buku Ramadhan Untuk Anak dan Kalender Ramadhan 1439 H

Download Kalender Ramadhan dan Buku Ramadhan Untuk Anak 1439 H

Kalender dan e Book keren untuk orang tua dalam mendidik anaknya selama bulan puasa.
Silakan download, gratis

klik di sini----->Ramadan for Kids

klik di sini----->Kalender Ramadhan 1439 H

Selamat menunaikan ibadah puasa



Rabu, 11 April 2018

Ternyata Bule Tidak Suka Dipanggil Mister

Tulisan kali ini saya mengenai curhatan seorang bule amerika di instagram, rupanya mereka tidak suka dipanggil dengan sebutan Mister (Mr). Berbeda dengan dengan budaya Indonesia, rupanya orang asing terutama dari Amerika lebih suka dipanggil dengan sebutan nama untuk semua golongan umur. Cukup aneh memang bagi orang Indonesia yang mempunyai budaya panggilan yang berbeda-beda untuk setiap orangnya seperti Mas, Kakak, Bapak, Ibu dan lain-lain.

Lalu bagaimana jika kita tidak tahu nama mereka? Ya katanya, orang Amerika akan lebih merasa dihormati jika kita menanyakan namanya dan memanggilnya langsung dengan nama. Jadi jika belum tahu maka tanyalah namanya.

Ok baiklah, setidaknya kita jadi lebih tahu budaya mereka mengenai hal ini. Untuk lebih jelasnya silakan simak videonya berikut ini.


A post shared by Mr. D (Dennis not Danish) (@guruku_mr.d) on

Lebih jelasnya penggunaan Mister dan Sir
Silakan klik link di bawah ini

https://www.instagram.com/explore/tags/gurukuhonorifics/



Selasa, 10 April 2018

Serunya Naik Commuter Line KRL Jabodetabek

KRL Jabodetabek atau Commuter Line adalah sarana transportasi favorit warga Jakarta dan sekitarnya untuk bepergian dalam rangka melaksanakan berbagai aktivitas. Fasilitas kereta yang bagus, nyaman dan murah menjadi daya tarik transportasi ini. Bagi yang belum pernah atau pertama kali naik pasti akan excited.
Tapi tahukan anda bahwa KRL Jabodetabek hanya untuk orang-orang yang kuat fisik dan kesabarannya?  Koq gitu? Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saat menggunakan fasilitas ini. Tentunya dalam setiap hal ada nilai plus dan minus, tulisan ini bukan bermaksud untuk menjatuhkan atau menjelek-jelekan ya, tapi hanya berbagi pengalaman yang mungkin bisa juga dijadikan pertimbangan teman-teman sebelum naik krl apalagi di jam sibuk seperti jam orang-orang berangkat dan pulang kerja.

Secara umum tentu saja fasilitas ini sangat membantu saya dan orang-orang untuk bepergian dari satu tempat dan tempat lainnya. Dari segi sarana mulai dari kereta dan stasiun juga terus dilakukan perbaikan demi kenyamanan pelanggan.

Ok, sisi lain dari kenyamanan naik kereta ini saya akan membahas sisi lain yang mungkin masih menjadi kekurangan dan bahas evaluasi manajemen untuk perbaikan ke depannya. Kembali ke pernyataan bahwa commuter line ini hanya untuk orang-orang yang kuat fisik dan kesabarannya. Sekali lagi bahwa ini hanya opini subjektif dari saya berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang saya lihat di lapangan.

Kalian harus memiliki fisik yang kuat karena bisa jadi jika kalian lemah maka akan terdorong, terombang ambing, berdesak-desakan, terjepit, terjatuh, terinjak-injak atau mungkin pingsan. Selain kuat fisik juga harus berjiwa sabar karena antrian panjang dan lama, kereta delay, mendengar ocehan-ocehan para penumpang, kata-kata kasar, umpatan dan juga sabar menghirup berbagai aroma ketiak dan keringat dari penumpang lain.

Well, di mulai dari membeli tiket. Kalian harus mempersiapkan fisik karena bisa saja harus mengantri dengan antrian yang panjang apalagi  di stasiun-stasiun besar biasanya penumpang membludak dan antriannya cukup panjang. Setelah dapat tiket lanjut menunggu kereta, setelah kereta datang maka harus siap untuk berlomba masuk merangsek ke dalam kereta berlomba-lomba dengan penumpang lain untuk mendapat tempat. Wow pada bagian ini tak jarang kebringasan orang-orang keluar. Berbagai jurus dikeluarkan, saling sikut saling dorong. Nah setelah masuk pun bersiaplah berdesak-desakan bonus berbagai aroma terapi dari keringat dan ketik orang. Pernah saya desak-desakan saking penuhnya berdiri tanpa pegangan tangan pun tidak akan terjatuh karena tertahan badan penumpang lain. Siapkan pula tenaga kaki untuk berdiri sepanjang perjalanan karena jika kursi penuh teman-teman tidak diperbolehkan duduk di lantai kereta apalagi tiduran. Hehe.

Ya, itu gambaran dari sisi lain ketika naik KRL Jabodetabek. Terlepas dari hal tersebut, krl ini memang tetap menjadi primadona sarana transportasi pilihan warga. Anggap saja hal-hal tadi merupakan keseruan bonus saat naik Commuter Line :D

Sedikit tips dan trik dari saya sebelum naik krl :

1. Berdoa sebelum berangkat biar berkah
2. Sipakah fisiknya dengan sarapan atau makan
3. Siapkah air mineral
4. Hati-hati dan tetap jaga barang berharga anda, simpan tas di bagian depan badan anda supaya terawasi
5. Ikuti tata tertib dan aturan demi kenyamanan bersama

Terima kasih sudah mampir ke blog ini dan selamat ber KRL ria.

Jumat, 27 Oktober 2017

Anji - Bidadari Tak Bersayap (Versi Sunda)



Bidadari Tak Bersayap

Widadari teu jangjangan sumping ka abdi
Dikintun Gusti dina wujud raray anjeun
Dikintun Gusti dina wujud diri anjeun

Tengtrem haté abdi nalika sareng anjeun
Sederhana tapi éndah anjeun nyaah ka abdi
Sederhana tapi éndah anjeun nyaah ka abdi

Dugi séépna waktos, dugi séépna yuswa
Dupi anjeun kersa janten réncangna abdi
Anjeun hiji na haté nu pangistiméwana
Dupi anjeun kersa hirup jeung abdi

Rerencepan ku abdi diteuteup rarayna
Gusti abdi nyaah pisan ka wanoja ieu
Gusti abdi nyaah pisan ka wanoja ieu

Dugi séépna waktos, dugi séépna yuswa
Dupi anjeun kersa janten réncangna abdi
Anjeun hiji na haté nu pangistiméwana
Dupi anjeun kersa hirup jeung abdi

Ucapkeun "yes, i do", janten réncangna abdi
dududududu dududududu dududu

Hoo........Dugi séépna waktos, dugi séépna yuswa
Dupi anjeun kersa janten réncangna abdi
Anjeun hiji na haté nu pangistiméwana
Dupi anjeun kersa hirup jeung abdi

Ucapkeun "yes, i do", janten réncangna abdi
Ucapkeun "yes, i do", hirup sareng abdi, janten réncangna abdi

Selasa, 29 Agustus 2017

Akad - Payung Teduh (Versi Sunda)




Kacida bagjana haté abdi
Nalika calik duaan jeung anjeun
Mapah sareng anjeun
Neng nari sareng abdi

Lamun téa mah ayeuna téh poé panungtungan
Nanging abdi tetep bungah
Ku abdi disukuran
Sakitu wé ayana

Saumpama anjeun palay nyalira
Énggal énggalkeun wawartos ka abdi
Supados teu miharep
Antukna anjeun sedih

Saupami waktosna tos sumping
Kahoyong anjeun janten pun bojo
Mapah sasarengan dina mentrang sareng hujan
Ngadigdig kaditu kadieu teras gumujeng

Nanging pami waktos papisah tos sumping
Ijinkeun abdi ngajagi salira
Duaan rarangkulan na wanci sariak layung
Kersa teu anjeun ngaréncangan abdi

Saumpama anjeun palay nyalira
Énggal énggalkeun wawartos ka abdi
Supados teu miharep
Antukna anjeun sedih

Saupami waktosna tos sumping
Kahoyong anjeun janten pun bojo
Mapah sasarengan dina mentrang sareng hujan
Ngadigdig kaditu kadieu teras gumujeng

Nanging pami waktos papisah tos sumping
Ijinkeun abdi ngajagi salira
Duaan rarangkulan na wanci sariak layung
Kersa teu anjeun ngarencangan abdi
Kersa teu anjeun janten réréncangan
kersa teu jadi pun bojo



Rabu, 01 Maret 2017

Kepada Para Perokok Jalanan

Saya ingin mengirimkan satu kalimat buat kalian wahai perokok jalanan. "Water Park!!!!"

Silakan kalian merokok tapi tolonglah jangan di jalanan, jangan di tempat umum. Mengganggu orang lain dengan asap sehingga membuat lingkungan di sekitar kalian merasa tidak nyaman adalah pebuatan dzalim.

Sabtu, 03 Desember 2016

Moving On

Hijrahlah untuk menemui takdirmu yang lebih baik. Karena dalam hidup adalah memilih. Memilih diam dalam keterpurukan atau bergerak, moving on, hijrah menuju takdir yang lebih baik. Karena Allah pun memerintahkan kita untuk berikhtiar.

Selasa, 22 November 2016

Cinta Itu Harus Memiliki


Cinta itu harus memiliki, kenapa? 

Hmm..., kenapa ya.. hehehe. Dalam konteks cinta kepada lawan jenis, fitrah manusia adalah mencintai dan dicintai, tidak salah satunya saja. Bukankah mencintai sepihak adalah hal yang tidak wajar dan hanya hanya akan menimbulkan kegalaun. Dalam hal suka terhadap suatu benda saja pasti kita juga ada keinginan untuk memilikinya apalagi dengan urusan cinta kepada lawan jenis. Jika memang tidak bisa dimiliki pasti lama kelamaan rasa cinta/suka terhadap orangg tersebut akan hilang apalagi kalau sudah ada gantinya. Memiliki yang kita cintai bisa mendatangkan ketentraman dalam hati, jadi perjuangkanlah orang yang kita cintai untuk dimiliki, heuheuy.

Selain itu kenapa cinta harus memiliki? Supaya bernilai pahala. Karena mencintai pasangan yang kita miliki (suami/istri ya, bukan pacar) adalah berpahala dan mencintai orang yang tidak kita miliki apalagi mencintai istri/suami orang lain adalah tidak boleh.

Begitulah kira-kira mohon maaf kalo kurang berkenan karena saya bukan ahlinya soal ini, ini mah hanya pendapat dan curhatan pribadi saja, hehehe.

"Sahabat, mencintai seseorang akan jadi percuma dan sia-sia jika tidak ada ikatan halal, biarkan dia bebas tanpa janji manis kita bilang cinta tapi tak kunjung melamar, ikhlaskan dia meskipun menyakitkan ^^"
- Setia Furqon Kholid

Sabtu, 19 September 2015

7 Hal Yang Dialami Anak Rohis


Jika kamu adalah salah seorang anak rohis, DKM, IRMA, LDM atau apapun itu sejenis organisasi ekstrakurikuler dengan nuansa agama Islam di sekolah atau kampus mungkin akan mengalami beberapa hal berikut ini.

1. Dipanggil Ustadz/Ustadzah

Pernahkah kalian dipanggil ustadz/ustadzah di sekolah atau di kampus oleh teman, staff sekolah atau bahkan guru/dosen kalian karena ikutan rohis? Kalau iya Aminin aja mudah-mudahan jadi doa. Aamiin....

2. Dipanggil akhi/ukhti

Nah kalau yang ini sepertinya sapaan wajib bagi para aktivis-aktivis dakwah sekolah. Sesama anak rohis biasanya menggunakan panggilan akrab akh/ukht. Bahkan teman-teman kalian di luar organisasi rohis pun mungkin ada yang memanggil dengan sapaan tersebut.

3. Selalu Kebagian Pembacaan Doa

Kalau ada acara di sekolah atau upacara bendera, bagian OSIS atau panitia acara mungkin akan menunjuk kalian para anak rohis di barisan pertama untuk bagian pembacaan doa dalam sebuah event. Selain itu mungkin kalian juga akan langsung ditunjuk ketika ada bagian pembacaan ayat suci Al Quran.

4. Dijadikan Narasumber Dalam Mata Pelajaran PAI

Kalian akan dijadikan narasumber dalam pelajaran PAI karena dianggap paling bisa dalam hal keagamaan. Terlepas kalian itu bener-bener santri atau bukan, temen-temen kamu pastinya bakal menjadikan kamu sebagai tempat bertanya soal hukum atau fiqih dalam agama. Alhamdulillah akh, ukht jadikan hal itu sebagai motivasi untuk lebih rajin ngaji lagi, hehe

5. Dijadikan Assisten Guru Agama

Anak-anak rohis pastinya deket dengan pembina mereka yang biasanya sih tentu salah seorang guru PAI di sekolah. Karena sudah deket dan akrab tidak jarang dijadikan sebagai assiten oleh guru PAI kalian dengan tugas antara lain ngumpulin tugas temen sekelas, meriksain LKS dan hasil ulangan atau ujian sampe ngebantuin guru agama ketika metel/nguji hafalan ayat/doa bagi teman-teman yang lain.

6. Dipandang sebagai anak baik

Anak-anak rohis itu biasanya dianggap sebagai anak baik karena merupakan anak-anak yang sering di madrasah di mesjid ikutan mentoring dan kegiatan keagamaan lainnya, oleh karena itu jika ada sedikit saja tingkah laku yang sedikit bangor dipastikan akan menjadi bahan gunjingan satu sekolah.

7. Tidak Boleh Pacaran

“Masa anak rohis pacaran”, kata-kata itu pastinya akan jlebb banget bagi anak rohis yang lagi deket sama lawan jenis. Konotasinya kayak anak rohis aja gitu ya yang ga boleh pacaran. Hiks

Menjadi aktivis rohis tidak serta merta jauh dari yang namanya virus merah jambu. Rasa suka ke lawan jenis kan fitrah. Hehe. Biasanya dilema akan dirasakan oleh para aktivis yang lagi memendam rasa terhadap teman lawan jenisnya, apalagi kalau sesama aktivis yang aktif dalam satu lembaga dakwah.


Nah itu dia beberapa hal yang akan dialami oleh para anggota rohis berdasarakan hasil penelitian tim redaksi Budgeur Community, nah kalo kalian pernah ngalamin yang mana? Atau mungkin ada hal lain yang belum tertulis? Boleh dishare atuh pengalamannya di kolom komentar :D

Syukron...


Senin, 03 Agustus 2015

Contoh Surat Lamaran Kerja

Musim lulus-lulusan musim selesai kuliah tentunya musim fresh graduate naik ke jenjang selanjutnya yakni berkarir di dunia kerja. Nah, pastinya kalau yang baru baru nyari kerja maka akan berburu berbagai referensi atau contoh surat lamaran kerja. Well, di sini saatnya saya bagikan kepada engkau wahai para pencaker bagaimanakah sample contoh surat kamaran yang pernah saya coba. Langsung saja copy paste, edit dah seperlunya kalian.



-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Kamis, 07 Mei 2015

Menerobos Waktu Bersama Jam Matahari Terbesar - Puspa IPTEK Kota Baru Parahyangan

Jalan-jalan Bandung kali ini, menuju sebuah kota modern di Kabupaten Bandung Barat, Kota Baru Parahayangan. Di pintu masuk dekat gerbang tol Padalarang ada bunderan yang terdapat bangunan unik di tengahnya. Yakni Puspa Iptek, bangunan yang juga merupakan jam matahari terbesar di Indonesia. Ok, sedikit mengutip dari website- nya http://thebiggestsundial.com bahwa

"Puspa Iptek Sundial adalah wahana pendidikan yang terletak di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung. Puspa Iptek Sundial diresmikan pada tanggal 11 Mei 2002, bertepatan dengan momen Hari Pendidikan Nasional. Keberadaan Gedung Puspa Iptek merupakan upaya penting bagi perwujudan Kota Baru Parahyangan sebagai Kota Mandiri yang berwawasan Pendidikan. Mulai tahun 2013 area alat peraga di Puspa Iptek Sundial juga diperluas serta fasilitasnya diperlengkap, seiring dengan semakin tingginya minat dan kepedulian masyarakat terhadap dunia sains dan teknologi. "

Pada hari Minggu, 3 Mei 2015 kemarin, saya menyempatkan berkunjung ke tempat tersebut. Dipadukan dengan pemandangan dan tata kotanya yang keren, setiap sudutnya memanjakan mata untuk refreshing dan foto-foto.

Tiket masuknya sebesar IDR 15.000, ya saya rasa cukup sepadan dengan nanti yang akan didapat di dalam. Ada banyak alat peraga yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menarik. Disertai penjelasan dan juga bisa kita coba. Tentunya menyenangkan untuk dijadikan tempat wisata sekaligus belajar. Fasilitas lainnya juga disediakan tolilet, mushola dan toko oleh-oleh.

Testimoni saya mengenai tempat ini sangat baik untuk dijadikan dan cocok untuk dijadikan salahsatu tujuan teman-teman yang suka jalan-jalan dan juga IPTEK, hayo main ke Bandung dan mampir ke The Biggest Sundial Puspa IPTEK Kota Baru Parahyangan Padalarang Kabupaten Bandung Barat.

Akses ke tempat ini juga mudah dan gampang ditemukan, kalau dari arah gerbang tol padalarang, lurus saja nanti juga ketemu, kalau dari kota Bandung, tinggal naik Damri Jurusan Alun-Alun - Kota Baru.

Baiklah, ini dia dokumentasi yang sempat saya ambil  (Klik foto untuk resolusi yang bagus)






















Kamis, 01 Januari 2015

Selalu Bersamamu Selalu Menjagamu

The first song that I made
Listen below



Below lyric and chord, you may try this :D

A    E        F#m        D
Sejak pertama ku melihatmu
A    E        F#m        D
Kau adalah belahan jiwaku
A            E     F#m        D
Senyum manismu Indah matamu
A        E        D
Menyentuh kalbuku

E                            D
Aku bisa rasakan Ketulusan hatimu
E                    D
Yang kau beri untukku
E                        D
Dan kurasakan hangatnya jiwamu
E                        D      Dm
Dan kau beri warna dalam hidupku

Reff
A            E        F#m        D        A
Ku akan slalu bersamamu selalu menjagamu
E            D
Dengarlah sayang
A            E        F#m            D        A
Suka duka kita bersama    saling berbagi asa
E            D
Dengarlah kasih

E                D
Karena kau kusayang
E                D               
Berdua jalani hidup
E            D
Bersama berdoa
E            D            Dm\A
Kita kan bahagia Selamanya..

Back to Reff