Hmm..., kenapa ya.. hehehe. Dalam konteks cinta kepada lawan jenis, fitrah manusia adalah mencintai dan dicintai, tidak salah satunya saja. Bukankah mencintai sepihak adalah hal yang tidak wajar dan hanya hanya akan
menimbulkan kegalaun. Dalam hal suka terhadap suatu benda saja pasti
kita juga ada keinginan untuk memilikinya apalagi dengan urusan cinta kepada
lawan jenis. Jika memang tidak bisa dimiliki pasti lama kelamaan rasa
cinta/suka terhadap orangg tersebut akan hilang apalagi kalau sudah ada gantinya. Memiliki yang kita cintai bisa mendatangkan ketentraman dalam
hati, jadi perjuangkanlah orang yang kita cintai untuk dimiliki, heuheuy.
Selain itu kenapa cinta harus memiliki? Supaya bernilai pahala. Karena mencintai pasangan yang kita miliki (suami/istri ya, bukan pacar) adalah berpahala dan mencintai orang yang tidak kita miliki apalagi mencintai istri/suami orang lain adalah tidak boleh.
Begitulah kira-kira mohon maaf kalo kurang berkenan karena saya bukan ahlinya soal ini, ini mah hanya pendapat dan curhatan pribadi saja, hehehe.
Selain itu kenapa cinta harus memiliki? Supaya bernilai pahala. Karena mencintai pasangan yang kita miliki (suami/istri ya, bukan pacar) adalah berpahala dan mencintai orang yang tidak kita miliki apalagi mencintai istri/suami orang lain adalah tidak boleh.
Begitulah kira-kira mohon maaf kalo kurang berkenan karena saya bukan ahlinya soal ini, ini mah hanya pendapat dan curhatan pribadi saja, hehehe.
"Sahabat, mencintai seseorang akan jadi percuma dan sia-sia jika tidak
ada ikatan halal, biarkan dia bebas tanpa janji manis kita bilang cinta
tapi tak kunjung melamar, ikhlaskan dia meskipun menyakitkan ^^"
- Setia Furqon Kholid
- Setia Furqon Kholid







0 comments:
Posting Komentar