TELAGA PULAU MARUN
setetes embun ku rindukan
dalam setiap nada doa ku nyanyikan
buat sebuah harapan
dan satu hal yang dijanjikan
sejengkal masa dilalui bagai tak tentu arah
tak sadar hal itu barang satu jua
biarlah keringnya telaga pulau marun itu
tak buat khalayak tahu
Dia-lah saja yang ku pinta
Dia-lah saja tempat berlabuh duka
bertepi doa, bergantung harap, beraneka pinta
tak pula bosan terus ku merengek
tak kan jemu lidah berseru
"hujanilah aku dengan cinta.....
Limpahkan badai kasih........
hembuskan aku hingga tak berdaya
hingga mati seluruh raga dari berpaling dari-Mu....
ya....Rabb......
Safrudin El Irfan















