Sungai Ciminyak Meluap Jalan pun Tergenang
Setelah dibangun selama ± 5 tahun, untuk pertama kalinya jalan yang menghubungkan Desa Rancapanggung dan Desa CIkadu di Rancapanggung kembali tergenang air. Curah hujan yang tinggi selama beberapa bulan terakhir mengakibatkan permukaan air anak Sungai Ciminyak yang merupakan anak sungai Citarum terus naik. Namun baru kali ini permukaan air lebih tinggi daripada jalan yang memang ditingikan pada tahun 2005 (kalo ga salah.. hehehe, maaf deh penulis lupa), namun tetep juga deh air bias lebih tinggi. Hal tersebut mengakibatkan jalur transportasi sedikit terhambat. Naiknya permukaan air berkisar antara 30-50 cm lebih tinggi dari jalan membuat kendaraan dan pejalan kaki yang biasa melewati jalan sedikit kesulitan. Hal itu rupanya menjadi lahan pendapatan bagi warga sekitar dengan membuat rakit dari bambu sebagai sarana transportasi… (ya kayak zaman 5-6 tahun lalu, tapi sekarang mah rakitnya kecil, klo dulu mah guede bisa muat 20 orang). Selain itu fasilitas olah raga berupa lapangan sepak bola rancapanggung dan kandang sapi yang berada di sekitarnya tergenang air dengan kedalaman mencapai satu meter. Dikhawatirkan bila curah hujan terus membesar maka permukaan air akan terus naik.
Bila disimak ruas jalan Rancapanggung-Cikadu beberapa tahun terakhir memang banyak sekali masalah… mulai dari kondisi jalan yang kurang baik, licin, berbatu besar, ya cukup rawan kecelakaan. Selain itu ruas jalan Bonceret bebrapa bulan lalu mengalami longsor parah sehingga bagian jalan habis. Kendaraan roda empat pun tak bisa lewat. Butuh waktu sekitar satu tahun untuk menggulangi masalah itu. Kini, rupanya jalan yang mengalami peninggian pun masih kini masih tersusul oleh permukaan air. (Hmmmm medan yang cukup berat ya???)
Meskipun begitu orang-orang tetap menggunakan jalun tersebut karena tak ada jalan lain. Bila tak mau melewati jalan tersebut, maka harus berputar ke Malaka dengan jarak yang jauh. Ya jalur tesebut memang sangat penting karena merupakan jalun penghubung Desa Rancapanggug dan Cikadu. Selain itu juga merupakan jalurpndistribusian barang dari dan menuju Pasar rancapnggung ke berbagai daerah di Desa Cikadu, Rancasenggang dan beberapa wilayah lainnya.
Selain itu, jalur itu merupakan jalan terdekat bagi para anak-anak sekolah menuju sekolah mereka. Pagi itu juga dijumpai anak-anak SMP yang akan menghadapi UAN terpaksa menggunakan rakit untuk menyebrang dengan tarif Rp. 500. Sementara itu tarif bagi dewasa Rp. 1000 dan bagi orang yang mau menyebrangkan motornya dikenakan tarif Rp. 2000.
Ya semoga saja keadaan ini segera selesai…..















