Alhamdulillahirabbil’alamin……. tidak ada yang patut aku lakukan selain bersyukur atas segala karunia yang telah Allah berikan padaku, tak mungkin aku uraikan dengan kata-kata apa saja nikmat yang telah Dia berikan, bahkan coba ku urai dengan hatipun aku tak bisa. Terutama aku bersyukur atas nikmat umurku yang tahun ini menginjak kepala dua. Ya, usia yang sudah bukan kanak-kanak lagi. Jauh pada saat usia bocah ataupun usia sekolah, tak pernah aku bayangkan bagaimana aku di usiaku beberapa tahun ke depan.
Pada dasarnya aku bukan orang yang suka mengspesialkan hari kelahiranku. Aku tak seperti anak-anak lain yang suka merayakan hari ulang tahun mereka dengan mengadakan pesta dengan berbagai acara meriah seperti tiup lilin dan potong kue. Orang tuaku mengajarkan bahwa itu bukan suatu kebiasaan ataupun ajaran agama Islam. Ya aku lalui saja hari ulang tahunku seperti hari-hari biasa, sangat biasa.
Tapi, rupanya seiring bertambahnya bilangan usia, bertambah macam-macam pula pola pikir dan segala hal dalam otakku. Tak terkecuali tentang hari ulang tahun. Kini aku menilai hari ulang tahun adalah hari yang memang istimewa. Tapi tetap, bukannya untuk dirayakan dengan pesta dan hura-hura, meskipun dengan perayaan khas anak-anak sekolah saat ini, melempar atau melumuri temannya yang berulang tahun dengan telur, air dan terigu, bahkan pake ditampar segala. Sakiiitttt tau…. (heheheh, pengalaman waktu SMA ditampar sama cewek sekelas pas ulang tahun…, parah gan…hehehe. HMMm bilang aja pengen ngelus wajahku yang rupawan ini…gkgkgkg.. yahhhh malah ngelantur kan…) Ok kemabali ke laptop,, ah malah kayak Tukul…. OK ok ok… kembali ke permasalahan ulang tahun. Ya aku kini menilai hari ulang tahun merupakan satu momen yang tepat untuk menilai, merekap atau bahasa keren’y bermuhasabah diri. Ya, bukan berarti muhasabah cuma di hari ulang tahun, tapi setidaknya ada nilai dan kesan plus kalo muhasabah di hari itu. sepakat ga????
Ya Allah, baguskanlah untukkku agamaku yang menjadi pangkal urusanku, baguskanlah duniaku yang menjadi tempat penghidupanku, serta baguskanlah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku menjadi bekal bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah matiku sebagai pelepas dari segala keburukan.
Rabbanaa aatinaa fid dun-nyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban naari……..
Ya, setidaknya kali ini saya tidak melewati hari itu denagn sangat biasa. Muhasabah, introspeksi diri adalah hal yang tepat untuk mengisi momen itu.
Hal pertama, yakni bersyukur syukur atas nikmat umur yang masih diberikan. Bahwa tak semua orang diberi kesempatan mengecap usia 20 tahun. Banyak orang yang meninggal saat usia 19, 18, 17, ………. usia balita bahkan ada manusia yang tidak diberi kesempatan untuk mengecap usia kehidupan di dunia (Bayi yang keguguran).
Nah selanjutnya, muhasabah. selama hidup ini, mulai dari usia baligh sampe sekarang, apakah usia itu banyak digunakan untuk beribadah atau bermaksiat. Mata ini, sungguh tak terjaga, banyak melihat hal-hal yang diharamkan Allah SWT ketimbang melihat ayat-ayat-Nya. Telinga ini tak terjaga, banyak mendengar hal-hal yang diharamkan Allah SWT ketimbang mendengar ayat-ayat Al Quran serta nasehat-nasehat taqwa. Mulut ini, tak terjaga banyak membicarakan hal-hal haram, menggibah, berbohong, mencela, menyakiti hati oranglain, bicara kotor ketimbang berdzikir pada-Nya. Tangan ini, tak terjaga banyak menyentuh, mengambil hal-hal yang bukan haknya. Kaki ini, tak terjaga banyak melangkah menuju kemaksiatan, berat melangkah menuju mesjid-Mu. Diri ini berlumur kehinaan karena dosa-dosa yang acapkali ku lakukan berulang-ulang. Hati ini, penuh dengan penyakit hati, kemunafikan, seringkali lalai dari berdzikir pada-Mu. Malu diri ini pada-Mu Ya Robb…… namun sungguh memalukan lagi ketika hati ini malah lebih malu pada makhluk-Mu sehingga kemunafikan itu datang lagi, semakin menggelapkan hati ini, secara sadar dan sengaja tak menghiraukan segala amanah-Mu, maksiat, maksiat dan maksiat lagi. Bila Engkau Mau, tentu saja Engkau Bisa membinasakan hamba yang kerdil ini dengan segala azab-Mu yang pedih saat ini juga. Namun rupanya tak Kau lakukan. Semoga itu semua pertanda bahwa Engkau masih memberikan waktu untukku bertaubat, bukan menjadikanku orang-orang yang diceritakan dalam ayat-Mu ini :
“Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka” (Q.S. Al Baqoroh : 15)
Naudzubillah………………
Seterusnya, ku berdoa…………
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, yang tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Engkau yang telah menciptakan diriku. Aku adalah hamba-Mu, dan aku berada dalam perintah dan perjanjian-Mu, yang dengan segala kemampuanku perintah-Mu aku laksanakan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang aku perbuat terhadap-Mu. Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku, sementara aku senantiasa berbuat dosa. Maka ampunilah dosa-dosaku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”
” Wahai Tuhanku, aku tak layak ke SyurgaMu, namun tak pula aku sanggup ke
nerakaMu, ampunkan dosaku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah
Pengampun dosa-dosaku ku”
nerakaMu, ampunkan dosaku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah
Pengampun dosa-dosaku ku”
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebajikan sebagaimana yang dimohon oleh Nabi-Mu Muhammad. Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan sebagaimana yang Nabi-Mu Muhammad mohon perlindungan. Engkaulah yang Maha Pemberi Pertolongan, dan kepada-Mu lah puncak segala pengharapan. Tiada daya upaya untuk meninggalkan maksiat dan tiada kekuatan untuk melakukan ibadah kecuali atas pertolongan Allah.”
“Ya Allah panjangkanlah umur kami dalam mentaati-Mu, dan mentaati utusan-Mu serta jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang saleh.”
“Ya Allah, sesungguhnya dosa-dosaku tak akan kekal kecuali harapan akan ampunan-Mu. Telah Aku hadapkan di depanku suatu penghalang, lalu aku memohon kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau perkenankan, berdoa kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau iijabahi, dan merendahkan diri kepada-Mu dengan sesuatu yang tak layak di hadapan-Mu. Namun bagi-Mu tidak tersembunyi keadaanku walaupun tersembunyi bagi manusia untuk mengetahui persoalanku yang sebenarnya. Ya Allah, jika rizkiku ada di langit turunkan, jika ada di bumi keluarkan, jika jauh dekatkan, jika dekat mudahkan, jika sedikit perbanyaklah, dan berkahi aku di dalamnya”
Ya Allah, baguskanlah untukkku agamaku yang menjadi pangkal urusanku, baguskanlah duniaku yang menjadi tempat penghidupanku, serta baguskanlah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku menjadi bekal bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah matiku sebagai pelepas dari segala keburukan.
Amin ya Rabbal ‘alamin……
Lirik lagu di bawah ini kayaknya cocok untuk menggambarkan isi hatiku……..
Aku Ingin Mencintai-Mu
Edcoustic
Edcoustic
Tuhan betapa aku malu
Atas semua yang Kau beri
Padahal diriku terlalu sering membuatMU kecewa
Entah mungkin karna ku terlena
Sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali
Agar aku kembali
Dalam fitrahku sebagai manusia
Untuk menghambakanMU
Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMU
Aku ingin mencintaiMU setulusnya,
Sebenar-benar aku cinta
Dalam do`a
Dalam ucapan
Dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekatiMU selamanya
Sehina apapun diriku
Kuberharap untuk bertemu denganMU ya Rabbi












