Salam baktos ka pun guru nyaeta Pak Somadin nu baris mulih deui ka kampungna di Tasikmalaya saparantos ngalangkungan masa dinesna di SDN Cikadu langkung ti 20 tahun. Mugia sadaya amal baktos mantena ti kawit dines dugika salamina tiasa mampaat tur dipaparin ganjaran nu berlipat ganda ti Gusti Allah SWT........
Sore ini aku dapat kabar dari temanku melalui internet bahwa guruku semasa SD akan kembali lagi ke kampungnya alias mudik ke Tasikmalaya tanggal 4 Desember 2010. Setelah sekian lama bertugas sebagai PNS di Cikadu, ya kurang lebih sekitar 23 tahunan lah.... Beliau merupkan salah satu guru yang melegenda di SD Cikadu,heheh. Kenapa ??? ya itu karena jarang sekali seorang guru di SD Cikadu berdinas selama itu. Beliau merupkan guru spesialis Pendidikan Agama Islam di SD Cikadu. Saya sendiri selama 6 tahun di SD Cikadu sangat merasakan peran dan jasanya bagi saya. Sosok pendidik yang baik dan penyayang.
Di luar itu, beliau juga seorang yang baik dalam kehidupan sosial di masyarakat, terbukti warga RT 04 Cikadu pernah mempercayakan jabatan ketua RT pada beliau. Hebat kan, mengingat beliau adalah perantau asal Tasik langsung terpilih sebagai ketua Rt 04 pertama di Kp. Cikadu.
Saya masih ingat ketika SD semua anak pasti terngiang-ngiang lagu yang pernah beliau ajarkan..kurang lebih begini liriknya...
Allah Maha Esa, Allah Maha Kuasa, Dialah yang memberi kita ....... (lupa..heheh)... (lanjut)...... pun kaki dan tangan, anggota sekalian pun akal pikiran...pemberian Tuhan....... Nah itulah spenggal lirik yang masih terngiah di benak saya. Lirik yang begitu mengajarkan Tauhid kan pada anak-anak. ya pada waktu kelas 1 SD saya mendapatkannya.heheh, rata-rata anak2 SD Cikadu dapat lah...
Nah, beliau pun begitu baik pada saya, saat SMA saya dipinjami kemeja batik untuk menghadiri acara Perpisahan Sekolah saya, dan kemerin-kemarin juga waktu mau tes PUB ke Pasim, saya dipinjami kemeja putih. Pun dengan dukungan-dukungan moril yang selalu mengalir darinya, ya bagi saya beliau adalah seorang guru yang sangat berjasa.
Ya, mungkin ktika saya mudik nanti saya tidak akan bertenmu beliau lagi di kampung. Meskipun demikian, tetap jasa-jasanya kan tetap terkenang dan semoga ilmu yang pernah ia ajarkan pada saya bermamfaat dunia akhirat.
Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih pak atas semua jasa-jasa Bapak, dan mohon maaf atas segala kesalahan-kesalahan saya selama menjadi murid Bapak karena selalu nakal. Saya mengucapkan juga selamat ya atas perjuangan bapak mengajar selama ini, hingga sekarang bapak bisa menikmati masa pensiun bapak di kampung dengan nyaman dan menjalankan aktivitas bapak selanjutnya.
Salam bakti,
Irfan Saprudin











