Jika kamu adalah salah seorang anak rohis, DKM, IRMA, LDM atau apapun itu sejenis organisasi ekstrakurikuler dengan nuansa agama Islam di sekolah atau kampus mungkin akan mengalami beberapa hal berikut ini.
1. Dipanggil Ustadz/Ustadzah
Pernahkah kalian dipanggil ustadz/ustadzah di sekolah atau di kampus oleh teman, staff sekolah atau bahkan guru/dosen kalian karena ikutan rohis? Kalau iya Aminin aja mudah-mudahan jadi doa. Aamiin....
2. Dipanggil akhi/ukhti
Nah kalau yang ini sepertinya sapaan wajib bagi para aktivis-aktivis dakwah sekolah. Sesama anak rohis biasanya menggunakan panggilan akrab akh/ukht. Bahkan teman-teman kalian di luar organisasi rohis pun mungkin ada yang memanggil dengan sapaan tersebut.
3. Selalu Kebagian Pembacaan Doa
Kalau ada acara di sekolah atau upacara bendera, bagian OSIS atau panitia acara mungkin akan menunjuk kalian para anak rohis di barisan pertama untuk bagian pembacaan doa dalam sebuah event. Selain itu mungkin kalian juga akan langsung ditunjuk ketika ada bagian pembacaan ayat suci Al Quran.
4. Dijadikan Narasumber Dalam Mata Pelajaran PAI
Kalian akan dijadikan narasumber dalam pelajaran PAI karena dianggap paling bisa dalam hal keagamaan. Terlepas kalian itu bener-bener santri atau bukan, temen-temen kamu pastinya bakal menjadikan kamu sebagai tempat bertanya soal hukum atau fiqih dalam agama. Alhamdulillah akh, ukht jadikan hal itu sebagai motivasi untuk lebih rajin ngaji lagi, hehe
5. Dijadikan Assisten Guru Agama
Anak-anak rohis pastinya deket dengan pembina mereka yang biasanya sih tentu salah seorang guru PAI di sekolah. Karena sudah deket dan akrab tidak jarang dijadikan sebagai assiten oleh guru PAI kalian dengan tugas antara lain ngumpulin tugas temen sekelas, meriksain LKS dan hasil ulangan atau ujian sampe ngebantuin guru agama ketika metel/nguji hafalan ayat/doa bagi teman-teman yang lain.
6. Dipandang sebagai anak baik
Anak-anak rohis itu biasanya dianggap sebagai anak baik karena merupakan anak-anak yang sering di madrasah di mesjid ikutan mentoring dan kegiatan keagamaan lainnya, oleh karena itu jika ada sedikit saja tingkah laku yang sedikit bangor dipastikan akan menjadi bahan gunjingan satu sekolah.
7. Tidak Boleh Pacaran
“Masa anak rohis pacaran”, kata-kata itu pastinya akan jlebb banget bagi anak rohis yang lagi deket sama lawan jenis. Konotasinya kayak anak rohis aja gitu ya yang ga boleh pacaran. Hiks
Menjadi aktivis rohis tidak serta merta jauh dari yang namanya virus merah jambu. Rasa suka ke lawan jenis kan fitrah. Hehe. Biasanya dilema akan dirasakan oleh para aktivis yang lagi memendam rasa terhadap teman lawan jenisnya, apalagi kalau sesama aktivis yang aktif dalam satu lembaga dakwah.
Nah itu dia beberapa hal yang akan dialami oleh para anggota rohis berdasarakan hasil penelitian tim redaksi
Budgeur Community, nah kalo kalian pernah ngalamin yang mana? Atau mungkin ada hal lain yang belum tertulis? Boleh dishare atuh pengalamannya di kolom komentar :D
Syukron...