Siapakah Irfan Saprudin?

Seseorang yang bercita-cita menjadi Ranger Putih, Tommy

Debat Panas Capres

Panas pisan, hareudang.

Budgeur Software

Beberapa aplikasi sederhana PHP dan MySql.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 28 Agustus 2018

Sejarah Kewadanaan Cililin



Kata "Cililin" saat ini adalah merupakan satu nama untuk desa atau kecamatan yang ada di Bandung Barat. Namun, jika berkaca pada sejarah, Cililin sebenarnya memiliki cakupan dan ruang lingkup yang lebih luas dari sekedar desa atau kecamatan yang saat ini ada. Yakni hampir sebagian besar wilayah yang ada di Bandung Barat bagian selatan adalah bagian dari Cililin. Sebab dahulu Cililin merupakan satu kewedanaan yang cakupan wilayahnya meliputi Cihampelas, Sindangkerta, Cipongkor, Gunung Halu, dan wilayah lain yang berada di sekitarnya. Sehingga tidak jarang misalnya orang Sindangkerta, Gunung Halu, Cipongkor, atau wilayah sekitarnya dahulu bila ditanya dari mana asalnya terkadang mereka mengatakan Cililin sebagai asalnya. Karena memang daerah-daerah tersebut adalah bagian dari kewedanaan Cililin.

Terlebih asal muasal nama Cililin itu sendiri menurut Drs. Said Raksakusumah (Ketua jurusan sejarah FKIS IKIP Bandung, 1986) adalah bermula dari bahasa Belanda yakni "uit tuin lijn weg" atau "elina" yang berarti pembuatan jalan. Yang mana sekitar tahun 1840-1850 dilakukan pembuatan jalan yang membentang dari lokasi Kamp Kaca-kaca, Loji dan Tangsi Gununghalu untuk kebutuhan perkebunan. [1]
Sedangkan Kota Santri adalah istilah yang diberikan kepada kota-kota yang memiliki banyak pondok pesantren. [2]

Dari dua pengertian diatas kita dapat memahami bahwa Cililin adalah identitas yang mewakili masyarakat Bandung Barat di bagian selatan. Dimana Bandung Barat di bagian selatan memang dikenal memiliki banyak lembaga-lembaga pesantren, yang tak heran bila kemudian kita mengenal Cililin sebagai Kota Santri.

Dalam data Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat, saat ini terdapat lebih dari 450 pesantren yang ada di Bandung Barat. Dan kebanyakan pesantren tersebut tersebar di wilayah bagian selatan.
Adanya jumlah pesantren yang banyak tersebut juga tidak terlepas dari nilai historis serta dakwah islam masa lalu yang dibawa ke wilayah Cililin. Dimana dikatakan bahwa dakwah Islam di Cililin dikembangkan oleh salah seorang Ulama Sufi asal Banten bernama Muhammad Safii dan Syech Abdul Manaf.

Berikut ini saya salin tulisan dari bandungbaratkab.go.id yang menunjukan bahwa peranan dakwah islam sangat mempengaruhi kultur dan budaya masyarakat Cililin dan sekitarnya. Sehingga jati diri islam ahlussunnah wal jama'ah memang adalah pelopor peradaban Cililin yang saat ini dikenal ramah dan nyantri:
"Pengembangan Islam beserta kebudayaannya yaitu ketika Kesultanan Banten diperintahkan oleh Sultan Maulana Yusuf tahun 1568-1580, dan Kesultanan Cirebon pada waktu itu diperintahkan oleh Panembahan Ratu.

Ulama Keraton Banten yang pertama kali bermukim di daerah Cililin adalah Ulama Sufi (yang asalnya Ulama Pengembara). Yang bernama Muhammad Safii dan Syech Abdul Manaf. Kedua orang tersebut semula singgah di tempat yang nyaman sambil mengajarkan ajaran Islam. Nama tempat tersebut sampai sekarang diberi nama “Sindangkerta” . Sindang berarti berhenti Kerta berarti nyaman atau aman, yang sekarang telah menjadi Kecamatan Sindangkerta.

Dari tempat tersebut pindah kesebelah utara untuk meneruskan ajaran agama Islam. Kemudian singgah lagi di suatu tempat. Nama tempat yang baru ini diberi nama kampung Panaruban . Panaruban berasal dari takharub berarti mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Di Panaruban dimulailah mengajarkan agama Islam dengan melalui dzikir. Suara dzikir tersebut oleh masyarakat sekitarnya terdengar bergema dalam bahasa sunda “ ngagerendung ”. Lama kelamaan kampung Panaruban berubah menjadi kampung Gerendung. Kata Gerendung ini bisa juga dari kata gerendeng dalam bahasa Sunda, yang berarti suara yang halus.

Kampung Gerendung makin lama makin ramai didatangi oleh para santri yang akan menuntut ilmu agama. Akhirnya berkumpullah para santri di kampung itu. Tempat berkumpulnya para santri tersebut dinamakan “ Jenuk ”. Jenuk berarti kumpul, yang dikenal dengan istilah Batur Jenuk Balarea artinya semuanya orang disini saudara. Sekarang nama kampung itu berubah menjadi Cijenuk hingga kini.
Perkembangan pesantren Cijenuk makin semarak terutama bila mengadakan peringatan Maulid Nabi. Macam-macam jenis makanan dihidangkan termasuk kue basah. Pembuatan kue basah berasal dari kampung sebelah utara Cijenuk sampai sekarang kampung tersebut diberi nama Citalem (Talem berarti wadah kue basah) Citalem sekarang menjadi sebuah Desa Pada waktu itu belum menggunakan peralatan hidangan makanan dari bahan-bahan hasil dari tekhnik industri seperti rantang, gelas kaca, dan cerek. Untuk mewadahi air minum, sayur daging, tuak enau (teres berarti lahang). Panerasan berarti tukang “ nyadap”. Selalu mempergunakan “ katung” yaitu lodong pendek. Katung yang lebih pendek lagi diberi nama “ mangkok ” atau “ bekong ”. Pembuatan katung ini dari suatu kampung yang terletak sebelah barat Cijenuk. Nama kampung ini sampai sekarang diberi nama“Cipongkor” . Pongkor artinya lodong pendek atau katung. Sekarang Cipongkor menjadi Kecamatan. Lama kelamaan datang lagi seorang ulama Sufi dari Cikundul Cianjur. Orang ini berpangkat Wedana Dalem (Wedana Keraton). Sehingga kepada orang ini diberi julukan Eyang Sangga Wadana hingga kini. Yang akhirnya sangga wedana ikut bermukim di Cijenuk sampai orang tersebut mengakhiri hayatnya, dan dimakamkan di makam Cijenuk bersama atau berdekatan dengan makam Moh. Safii dan Syekh Abdul Manaf tersebut diatas. Para santri Cijenuk yang mandiri dapat menyebarkan Ajaran Islam diantaranya : Nayaganta mendirikan Pesantren di pinggiran Sungai Cipatik. Sampai sekarang tempat tersebut diberi nama Nunuk yang berarti berkumpul. Kemudian yang kedua adalah Nayaguna mendirikan pesantren di pinggiran Sungai Citarum. Tempat itu sekarang diberi nama Kampung Depok. “ Depok ” berarti pemukiman atau Padepokan. Adapun kampung pinggiran Sungai tersebut berkembang menjadi sebuah desa yang diberi nama Desa Citapen . Yang berasal dari kata Citepian . Yang ketiga adalah Nurasidi seorang penulis Al Quran. Orang tersebut mendirikan Pesantren Bongas terkenal dengan julukan “Ulama Bongas”. Setelah berakhir hayatnya dimakamkan di puncak bukit “Pasirpogor Cililin”. Yang ke empat dengan Julukan Dalem Kemuludan mendirikan Pesantren di Cinengah Gununghalu.

Sejak itulah orang Cililin mengenal perkampungan yang bernama Kampung Tipar, yang berarti perkampungan pinggiran huma. Kampung Sadang, berarti perkampungan pinggir sawah. Dungus yaitu bukit kecil ditengah sawah atau Bojong yaitu sawah di ujung bukit atau gunung.
Ketika Kewedanaan Rongga Cihampelas dipimpin oleh Raksanagara I, datanglah perintah dari Regent Resident Priangan untuk membuat jalan perkebunan. Sebab daerah Karanggan atau Kewedanaan Rongga akan dijadikan objek kebun kopi dalam rangka pelaksanaan Cultuurstelsel. Yang akan mengambil lokasi di daerah : Kaca-kaca, Loji, dan Tangsi – Gununghalu. Pemerintah membuat jalan dalam bahasa Belanda adalah ; “Uit Tuin Lijn Weg”. Perintah ini terjadi dalam tahun 1840. pada masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang ke 46. Carel Sirardus Willem graaf van Hogendorp memerintah antara tahun 1840-1841. Sepuluh tahun kemudian pada masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang ke 49. Jan Jacob Rochussen memerintah antara tahun 1845-1851, ternyata pembuatan jalan “Elinan” ini sangat memuaskan Pemerintah Hindia Belanda ( “ Elinan ” adalah istilah orang – orang Cililin jaman lakon gawe ngebon kopi nyaniri tempo dulu ). Oleh karena keberhasilan tersebut maka Resident Priangan atas nama Koningklijck Nederland Indie, menganugrahkan tanda jasa berupa Piagam Perunggu., yang bergaris tengah 20 cm, kepada Raksanagara I. Piagam ini berbunyi sebagai berikut :
“Priango, 20 September 1850,-
Handvest.
Boven Open namens van in opdracht, geven tegen die zich verdienstelijk maken Uit Tuin lijin Weg.
Mc. Van Huender,-
Resident-Priango.”
Yang artinya sebagai berikut :
Priangan, 20 September 1850.-
Piagam Penghargaan
Atas nama Pemerintah, diberikan kepada yang berjasa membuat jalan lurus penghubung jalan perkebunan.
Mc. Van Huender,-
Resident-Priangan.”
Dengan adanya kata-kata “Uit Tuin Lijn Weg” inilah Drs. Said Raksakusumah, Ketua Jurusan Sejarah, FKIS IKIP Bandung, ketika mengadakan Penelitian di daerah kewedanan cililin tahun 1968, berkesimpulan bahwa nama “Cililin” diambil dari kata-kata “Uit Tuin Lijn Weg” tersebut."

Rabu, 15 Agustus 2018

Meraih Bintang - Via Vallen (VERSI SUNDA)

Meraih Bintang - Via Vallen - Official Theme Song Asian Games 2018



Tiap saat tiap waktu
Késang ngabaseuhan awak
Ieu anu ditungguan
Kuring bakal ngabuktikeun

Kuring yakin bakal meunang
Poé ieu nu diinget
Kabéh doa diucapkeun
Sajarah nu disanggakeun

Kudu fokus hiji titik
Éta wungkul titik éta
Tetep fokus urang udag
Ngaliwat batas

Terus fokus hiji titik
Éta wungkul titi kéta
Tetep fokus urang udag
Ngaraih béntang

Yuu yu hayu yu hayuu Yuu yu hayu
Yuu yu hayu yu hayuu
Yuu yu hayu yu yu wo oo
Yuu yu hayu yu hayuu Yuu yu hayu
Yuu yu hayu yu hayuu

Urang datang urang tempo
urang meunang

Lamun meunang berprétasi
Lamun éléh ulah frustasi
Lamun meunang solidaritas
Urang galang sportivitas

Lamun meunang berprétasi
Lamun éléh ulah frustasi
Lamun meunang solidaritas
Urang galang sportivitas

Terus fokus hiji titik
Éta wungkul titik éta
Tetep fokus urang udag
Ngaraih béntang

Yuu yu hayu yu hayuu Yuu yu hayu
Yuu yu hayu yu hayuu
Yuu yu hayu yu yu wo oo
Yuu yu hayu yu hayuu Yuu yu hayu
Yuu yu hayu yu hayuu
Urang datang urang nempo
Urang dukung

Kudu fokus hiji titik (Yuu yu hayu yu hayuu Yuu yu hayu)
Éta wungkul titik éta (Yuu yu hayu yu hayuu)
Tetep fokus urang udag (Yuu yu hayu yu yu wo oo)

Terus fokus hiji titik (Yuu yu hayu yu hayuu Yuu yu hayu)
Éta wungkul titik éta (Yuu yu hayu yu hayuu)
Tetep fokus urang udag (Yuu yu hayu yu yu wo oo)
Ngaraih béntang (Yuu yu hayu yu hayuu)

Jumat, 03 Agustus 2018

Atouna El Toufule - Cover by Sabyan Gambus Chord




Intro : Am Dm G C F Dm    E

Am                    F
Jeena N'ayedkon Bel-Eid Mnes'alkon
Dm                        Dm            E
Lesh Ma Fee 'Enna La 'Ayyad Wula Zeineh
    Dm            Am
Ya 'Alam Ardhi Mahroo'a
    F            E
Ardhi Huriyyeh Masroo’a

Am                    F
Samana 'Am Tehlam 'Am Tes'al El-Ayam
Dm                        Dm            E
Wein Esh-Shames El-Helwe W-Rfouf El-Hamam
    Dm            Am
Ya 'Alam Ardhi Mahroo'a
    F            E
Ardhi Huriyyeh Masroo’a

Dm                Am
Ardhi Zgheere Metli Zgheere
F                Dm            E
Atouna Es-salam 'Atouna Et-Tufoole

Am            Dm
A'touna Et-Tufoole
G            C       
A'touna Et-Tufoole
Am            Dm
A'touna Et-Tufoole
F                    F            E
A'touna, 'Atouna, 'Atouna Es-Salam

Am                                A
I am a child with something to say
            Dm
Please listen to me
G                            G7
I am a child who wants to play
            C        E
Why don't you let me
       
            F
My doors are waiting
            G
My friends are praying
            F
Small hearts are begging
        G    E
Give us a chance
            E
Give us a chance

Am            Dm
Give us a chance
G            C
Give us a chance   
Am            Dm
Give us a chance
Am                Am            E
Please, please, give us a chance

Dm                Am
A'touna Et-Tufoole
G                C
A'touna Et-Tufoole
Dm                Am
A'touna Et-Tufoole
Am                    E    F    Am
A'touna, 'Atouna, 'Atouna Es-Salam

Am                    F
Jeena N'ayedkon Bel-Eid Mnes'alkon
Dm                        Dm            E
Lesh Ma Fee 'Enna La 'Ayyad Wula Zeineh

Kamis, 02 Agustus 2018

Chord Lagu Anandito Dwis : Ta'aruf || #Singlelillah Part 3




Intro
A D C#m F#m Bm E

D                    A   
Diwaktu senja aku terdiam
D                A
Menulis sajak dan puisi
D
Temaram datang menyapaku
C#m7                F#m            Bm
Menemani sebuah keinginan hati
    Dm               
Tulus dan murni

D                    A
Kau adalah teman masa laluku
D                    F#m
Yang kini ingin kuperjuangkan
D                A
Sudah lama aku mencari
C#m7                F#m            Bm
Jalan untuk menemukan dirimu lagi
E
Ini niatku

Reff:
A                    D
Izinkan aku mengenalmu
Bm               
Agar keyakinan kupadamu
E
Tumbuh dalam hati
A                    D
Izinkan ku membaca kisahmu
Bm                Dm                D            C#            F#m       
Agar aku bisa mengerti siapa dirimu dan semua tentangmu
Bm            E            A   
Tersenyumlah bila kau bersedia

D            C#m            A             
Akan aku sebut namamu di dalam doaku
D                            Bm        A    G
Doa yang kupasrahkan padaMu pemilik hati

A#                    D#
Izinkan aku mengenalmu
Cm7                    A#
Agar keyakinan kupadamu
F            A#
Tumbuh dalam hati
A#                    D#
Izinkan ku membaca kisahmu
Cm7                    D#m                        Dm            Gm7
Agar aku bisa mengerti siapa dirimu dan semua tentangmu
Cm7            F                A#
Tersenyumlah bila kau bersedia