Siapakah Irfan Saprudin?

Seseorang yang bercita-cita menjadi Ranger Putih, Tommy

Debat Panas Capres

Panas pisan, hareudang.

Budgeur Software

Beberapa aplikasi sederhana PHP dan MySql.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 24 Maret 2020

Pengaruh Virus Corona pada Kehidupan

Sharing Rm. George CSE :

Kemarin saya mendapat pesan wa dari salah satu teman saya di Jakarta. Dia pekerja dengan upah harian. Upahnya pas-pasan untuk bayar kos dan makan sehari-hari, biasanya. Di wa dia bilang dia kelaparan. Sudah tidak punya uang untuk beli makanan. Sudah seminggu dia dirumahkan karena efek coronavirus.

Membaca pesan wa teman saya ini, saya tersentak (efek kejut?) dan baru sadar bahwa keadaan tidak seaman yang saya bayangkan. Imbas dari social distancing saja sdh sangat mempengaruhi perut sekian banyak orang, apalagi lock-down. Pemerintah tampaknya sudah memprediksi hal ini sehingga berniat untuk memberikan bantuan tunai langsung. Namun, lepas dari rumitnya mekanisme pembagian bantuan itu, sanggupkah pemerintah membantu semuanya? Bisakah bantuan itu sampai tepat waktu? Dan cukupkah bantuan itu untuk sekedar mengusir lapar teman saya sampai waktu ketika dia bisa bekerja lagi?

Lebih realistis saya katakan bahwa pemerintah sendiri tidak akan mampu. Bukan karena pemerintah kita tidak baik, tetapi masalah ini terlalu besar untuk ditangani dan diselesaikan oleh pemerintah saja. Sebelum krisis ini saja tidak semua orang miskin yang bisa ditolong oleh pemerintah. Berapa banyak gelandangan yang dibiarkan saja untuk mengais makanan sisa? Berapa banyak orang sakit yang ditolak untuk masuk RS karena mereka tidak punya uang dan BPJS? Berapa anak yang masih kekurangan gizi?

Sekarang bukan saatnya untuk menyalahkan pemerintah. Bukan saatnya pula untuk percaya bahwa pemerintah akan mampu menyelesaikan semuanya. Perdana Menteri Italia kemarin menangis di televisi karena tidak mampu lagi untuk mengurus jenazah 800 penduduk Italia yang meninggal dalam sehari. Siapa yang sanggup?

Saya tahu banyak dari kita yang tidak terlalu merasakan kesulitan. Paling cuma bosan #dirumahaja. Ada yang ngomel mengapa netflix diblokir telkom. Ada yang mengeluh ga bisa makan steak holycow selama isolasi. Ada yang jengkel karena pengalaman nonton di televisi tidak senyaman di bioskop. Silahkan mengeluh, tapi jangan lupakan teman saya dan yang senasib dengannya yang saat ini kelaparan. Berilah makanan kepada mereka, seperti kata Tuhan: “Di saat Aku lapar, engkau memberi Aku makan. Apa yang kamu lakukan kepada salah seorang dari mereka yang paling kecil ini, kamu melakukannya juga kepada-Ku.”

Apa yang bisa dilakukan:

1. Makan dan minum secukupnya. Mulai prihatin hari ini juga. Karena setiap sendok nasi lebih yang engkau santap mengurangi jatah orang lain. Puasalah makan, sehari sekali, kalau perlu. Biasa makan tiga kali, sekarang dua kali. Atau metode lain.

2. Mulailah berbagi. Kerja samalah dengan pemerintah atau setidaknya perangkat rt atau desa untuk mendata penduduk yang lapar. Bukankah kita harus di rumah aja? Ya, kalian yang masih bisa belanja online untuk kebutuhan kalian sendiri (mungkin ada yang beli mainan?), kalian bisa juga belanja online dan pesan go-food untuk orang lain. Fasilitas ini ke depan juga mungkin akan sulit ditemukan, ketika jasa restoran dan ekspedisi juga ditutup. Tapi, ya lakukan semampu kalian. E-banking untuk transfer masih jalan. Kalian bisa galang dana solidaritas untuk mereka yang saat ini benar-benar sudah lapar.

3. Kurangi membeli dan menimbun barang-barang, sekalipun itu kalian butuhkan. Saya penderita diabetes dengan insuline dependent. Saya merasakan sendiri betapa sulitnya untuk mencari alcohol swab sekarang ini. Katanya, (cek fakta: silahkan komentar kalau kalian punya info untuk membenarkan ini) ada yang borong alcohol swab untuk membersihkan kenop pintu setiap kali dia pegang. Luar biasa.

4. Yang punya pabrik kebutuhan pokok seperti susu formula, pampers, makanan, (edit tambahan: obat-obatan), cobalah koordinasi dengan pemerintah bagaimana supaya pabrik kalian tetap memproduksi.

5. Yang punya karyawan harian, cobalah memantau keadaan mereka. Jangan sampai mereka kelaparan.

6. Berdoalah dan bekerjalah. Ini bukan liburan, ini perang.

Rm. George, CSE
di Bengkayang

Edit: bolehkah saya minta tolong dengan rendah hati, kali ini saja, untuk membagi atau share tulisan ini kepada sebanyak mungkin orang? Semoga yang membaca ini mau mengecek siapa tahu ada karyawan-karyawan, tetangga-tetangga, teman-teman, atau  keluarga mereka yang saat ini sudah kelaparan. Mari kita mulai berbagi. Terima kasih.

Rabu, 11 Maret 2020

Menjadi Konten Kreator Sebenarnya Tidak Pernah Terbayangkan Sebelumnya.

Menjadi konten kreator sebenarnya tidak pernah terbayangkan sebelumnya.Tapi jika dilihat 10 tahun ke belakang, itu merupakan awal mula perkenalan saya dengan dunia digital atau internet. Di mana saat itu saya yang merupakan operator warnet yang tentu punya fasilitas komputer dan akses internet 24 jam. Di sanalah saya mulai mengexplore berbagai platform blog dan sosial media walau hanya sebatas buat akun dan tidak pernah dikelola.

Kemudian bermulai dari gmail, saya seolah menemukan dunia baru, maka akun-akun lainnya yang terhubung seperti YouTube dan blogger pun mulai iseng-iseng saya isi dengan berbagai dokumentasi. Tentunya karena saat itu alat perekam pun masih sangat seadanya maka kualitasnya sangat jauh dari kata bagus, namun ada kepuasan batin yang tersemat setelah saya posting konten di you tube dan blog walaupun tidak ada yang nonton selain saya sendiri.

Keluar dari warnet saya mulai kuliah dengan dunia yang ternyata tidak jauh dari computer dan internet, yakni jurusan informatika.

Dari sana kegiatan saya dengan hardware dan software selalu ada setiap harinya apalagi ketika ada tugas membuat software atau istilah gaulnya "ngoding".
Di sela-sela kegiatan kuliah saya pun masih mengisi akun youtube dan blog walau hanya sekedar dokumentasi tugas atau hal unfaedah lainnya seperti vlog dan nyanyi-nyanyi gak jelas. Tujuannya sendiri memang hanya sebagai hiburan untuk melepaskan stress dan juga dokumentasi.

Setelah masuk ke dunia pekerjaan, kegiatan iseng saya dalam hal mengisi konten di youtube tidak pernah berhenti walaupun tidak teratur. Hingga pada suatu hari ada email dari youtube bahwa akun saya bisa dimonetisasi. Secara sederhana saya berpikir "wow" berarti bisa menghasilkan uang dong! Walau ternyata pada praktek tidak semudah membalikan telapak tangan. Tapi hal itu cukup membuat saya termotivasi setidaknya konten yang saya buat diapresiasi. Melihat adanya potensi untuk berkembang sedikit demi sedikit saya mulai memperbaiki kualitas konten. Dimulai dari mencari ide, upgrade hardware dan software.

Nah, pada saat ini, selain konten yang bagus juga jadi catatan adalah kualitas video atau konten. Resolusi video, kejelasan audio visual dan efek-efek yang bagus akan menjadi nilai plus daya tarik supaya banyak yang menonton. Tentu selain dari ide kreatif sang kreator, adalah faktor pendukung lainnya seperi hardware dan software yang bagus dan spesifikasi yang tinggi. Apalagi sebagai programer yang setiap hari menjalankan aplikasi berat seperti seperti sql server, oracle developer, remote server dan lain-lain tentu membutuhkan laptop super canggih untuk mempermudah dan meningkatkan kualitas dari hasil kreasi dan juga pekerjaan.



Untuk menunjang itu semua, kalau ditanya laptop apa yang saya butuhkan dan inginkan? Yang langsung terngiang di benak saya tentu saja Laptop ASUS ROG, siapa yang tak tahu ROG. Kenapa ROG? Karena Asus ROG dilengkapi Prosesor Intel Core i7 Generasi ke-9, Memori RAM, Graphic, Storage dan spesifikasi canggih lainnya membuat proses editing video, rendering, gaming dan juga coding begitu mudah dilakukan.  

Cerita lainnya dari keisengan saya ini rupanya juga cukup menginspirasi teman-teman saya. beberapa yang menonton video di channel YouTube mulai bertanya berbagai hal tentang YouTube terutama monetisasinya, akhirnya mereka pun satu persatu mulai membuat channel YouTube. Mantappp

Sabtu, 07 Maret 2020

Lirik Lagu Bagaikan Langit - Potret Viral Tiktok Versi Sunda

Ibarat langit di pasosore
Pulasna biru sabiruna hate
Ngantosan kabar nu dianti-anti
Tangkeup jeung cium ngahaneutkeun kuring

Oh duriat nu pangendahna
Ngawarnaan dunya nu dipikacinta
Ngajanjikeun urang hiber ka luhur
ka langit ka tujuh, sareng anjeun

Oh dewi cinta, sarandekeun kuring
Na taktak anjeun, ameh karasa sono na hate, kaubaran oge
kuayana anjeun, nenangkeun kuring